Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

kepercayaan

0 comments


Pertama kali bertemu
Hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah aku tak tahu seperti apa nanti saat bertemu dengan teman baruku, aku hanya memiliki satu teman yang awalnya satu kelas tapi aku dengan dia tiadak terlalu baik dala berteman kami selalu bertolak belakang bahkan banyak sekali hal-hal ketidak cocokan diantara kami. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari teman baru tapi aku bingung kriteria seperti apa teman yang aku cari dikelas ini ?satu minggu telah berlalu aku masih terlihat pendiam diantara teman-temanku yang lain karena aku belom terlalu paham dengan karakter mereka satu persatu selain itu menurutku juga belum ada yang pas untuk dijadikan teman dekat.
            Suatu saat kelas kami mendapatkan tugas dari dosen dengan matakuliah bahasa indonesia, dimana matakuliah tersebut adalah matakuliah softskill. Kami disuruh mencari artikel dari sebuah buku, sudah pasti aku harus pergi kegramedia untuk mencari buku tersebut setelah menemukannya aku akan mencatatnya atau memontret itu tulisan tanpa sepengetahuan satpam. Oh, iya aku hampir lupa memperkenalkan diriku perkenalkan namaku Sakura Ichiko aku biasa dipanggil Ichiko oleh teman-teman dekatku aku pindahan dari kelas AK 11 dan sekarang aku menetap dikelas AK 04. Suatu hari aku duduk disamping wanita yang sama-sama memakai hijab, awalnya aku bingung mau berbicara ddengannya tapi mau berbicara tentang apa? Sebab dia pendiam begitu pun dengan diriku. Kalo tidak ada yang mengajakku bicara aku akan terus terdiam sampai akhirnya jam kuliah pun telah usai.
Saat pulang lebih awal aku mencoba berbicara dengannya, tidak hanya itu aku juga mencoba mengajaknya pergi kegramedia bersama berharap dia mau menerima ajakkanku tapi kalo dia tidak mau yach apa boleh buat lagi pula aku juga udah mencoba untuk mengajaknya dan aku juga udah berusaha untuk menjadi temannya.  Tidak kusangka ternyata dia mau juga menerima ajakanku, kami pun pergi kegramedia bersama untuk mmencari sebuah buku. Sepanjang jalan aku hanya bisa menatap jalan kearah luar kammi tak berbicara satu sama lain, hingga akhirnya tiba disebuah gramedia wanita tersebut mulai membuka topik duluan. Perkenalkan wanita yang aku maksud adalah temanku ia pendiam saat pertama berjumpa sebut saja temanku yang satu ini michan.
“Chi, nanti kalo ketemu bukunya kita mau beli atau bagaimana?” tanya michan yang memulai membuka topik
“Eeemmmmmm..... gimana yach? Kalo harga bukunya murah yach kita beli saja satu untuk bareng-bareng tapi kalo mahal gimana kalo kita foto saja” sahutku sambil tersenyum kearahnya
Sesampainya didalam kami berdiri disebuah rak novel kami pun berunding mulai dari arah mana kita akan mencari, setelah tahu kita mulai menelusuri satu persatu buku. Perjalanan kita tidaklah sia-sia ternyata buku yang kami cari telah menemuinya, kami pun mulai memeriksa harga buku tersebut saat kami melihat harga buku tersebut cukup mahal kami pun memutuskan untuk mencari yang telah terbuka sampulnya dan memotretnya dengan kamera handphone. Saat ingin mengambil gambar tersebut kami membagi tugas aku bertugas melihat sekeliling dan memegang setiap lembaran sedangkan michan dia bertugas mengambil gambar dengan hasil yang maksimal.
            Tidak terasa hari telah sore kami pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, sebelum berpisah kami bertukar email dan no.handphone. setelah sampai rumah aku meminta michan untuk segera mengirimkan hasil gambar yang telah diambilnya tadi, michan pun segera membuka laptop dan mengirim gambar tersebut via email. Aku berharap ini adalah awal yang baik semoga kita bisa selalu bersama sampai lulus nanti atau bahkan sampai nanti kita memiliki keluarga kecil pertemanan ini akan terus berlanjut, malam harinya kami saling memassage untuk mananyakan apakah hari esok ada waktu kosong atau adakah acara. Keesokan harinya saat jam istirahat tiba aku tak tahu kenapa tiba-tiba mengajaknya untuk pergi bersama, aku mengajaknya kesuatu mall ternama yang berada dikota depok aku berharap michan mau karena aku ingin mengenalnya
“Michan itu seperti apa sich orangnya ? kenapa tiba-tiba aku bisa langsung cocok bertemanan dengan dirinya padahalkan ini baru pertama kali  kenal” pikirku saat mengajak micha ke mall, tapi buat apa aku pikirkan hal yang tak berguna dan tak penting seperti itu lagi pula aku merasakan aku cocok dengan dia terus kenapa aku permasalahin itu ngga ada guananya sama sekali setelah aku pikir-pikir lagi.
            Awalnya aku mau ketoko buku yang ada didalam mall tersebut, aku ingin mencari sebuah komik yang berjudul chocolate magic. Aku ingin tahu apakah disni lebih murah harga komik tersebut atau malah sebaliknya, setelah berjam-jam kami mencari komoik tersebut tidak mendapatkannya aku pun mengajaknya untuk ke foodcord. Kami disana istirahat sejenak sambil membeli sebuah minuman, kami pun mulai meminumnya. Aku sempat berfikir aku mau cerita sama michan tapi topik apa yang harus aku buka pertama kali, mungkinkah tentang beladiri yang aku ikuti dikampus atau tentang seniorku yang selalu perhatian denganku karena dia menganggapku udah seperti ade kandungnya sendiri.
Saat kami terdiam tiba-tiba mulut ini berbicara tanpa aku sadari aku menceritakan tentang seniorku itu dan ilmu beladiri yang aku pelajari, michan pun mendengarkannya dengan serius. Lagi-lagi kami pulang sore tapi kali ini menjelang magrib kami baru pulang semua itu ulahku, aku bercerita yang tak ada habis-habisnya dan mungkin membuat seseorang merasa jenuh akan ceritaku. Tapi itu sich terserah sipendengar kalo dia capek yach..... bisa tinggalkan aku dan mencari teman lain selain diriku, tapi aku rasa michan tidak seperti itu semoga dugaanku benar dan tepat.
“Hari ini sungguh melelahkan tapi... tidak terlalu melelahkan  juga sich, oh... iya aku mau meminta maaf sama michan argh.. hari ini ga jadi nyari lagi itu komik gara-gar sudah sore dan semua itu gara-gara ceritaku” gumamku sambil mengambil handphone dari dalam tas
            Aku kira michan tidak akan menjawab messageku dalam itungan detik ia membalasnya dan michan hanya tertawa ia juga menjawab “tidak apa-apa lagi pula ceritamu seru kok chi”, aku menjadi tenang dan semakin hari kami semakin dekat dan akrab. Selalu ada saja yang dilakukan ketika pulang cepat, kami selalu bersama baik didalam kelas, istirahat, dan tugas kelompok kami selalu bareng-bareng. Hingga akhirnya kami saling memberikankepercaya satu sama lain, karena pertemanann yang baik adalah saling percaya dan saling memberikan kepercayaan dan yang pasti kami saling terbusa serta jujur satu sama lain itu adalah kunci kesuksesan pertemanan kami hingga saat ini

0 comments: