kepercayaan
Pertama
kali bertemu
Hari
ini adalah hari pertamaku masuk kuliah aku tak tahu seperti apa nanti saat
bertemu dengan teman baruku, aku hanya memiliki satu teman yang awalnya satu
kelas tapi aku dengan dia tiadak terlalu baik dala berteman kami selalu
bertolak belakang bahkan banyak sekali hal-hal ketidak cocokan diantara kami. Hingga
akhirnya aku memutuskan untuk mencari teman baru tapi aku bingung kriteria
seperti apa teman yang aku cari dikelas ini ?satu minggu telah berlalu aku
masih terlihat pendiam diantara teman-temanku yang lain karena aku belom
terlalu paham dengan karakter mereka satu persatu selain itu menurutku juga
belum ada yang pas untuk dijadikan teman dekat.
Suatu saat kelas kami mendapatkan
tugas dari dosen dengan matakuliah bahasa indonesia, dimana matakuliah tersebut
adalah matakuliah softskill. Kami disuruh mencari artikel dari sebuah buku,
sudah pasti aku harus pergi kegramedia untuk mencari buku tersebut setelah
menemukannya aku akan mencatatnya atau memontret itu tulisan tanpa
sepengetahuan satpam. Oh, iya aku hampir lupa memperkenalkan diriku perkenalkan
namaku Sakura Ichiko aku biasa dipanggil Ichiko oleh teman-teman dekatku aku pindahan dari kelas AK 11 dan sekarang aku menetap dikelas AK
04. Suatu hari aku duduk disamping wanita yang sama-sama memakai hijab, awalnya
aku bingung mau berbicara ddengannya tapi mau berbicara tentang apa? Sebab dia
pendiam begitu pun dengan diriku. Kalo tidak ada yang mengajakku bicara aku
akan terus terdiam sampai akhirnya jam kuliah pun telah usai.
Saat
pulang lebih awal aku mencoba berbicara dengannya, tidak hanya itu aku juga
mencoba mengajaknya pergi kegramedia bersama berharap dia mau menerima
ajakkanku tapi kalo dia tidak mau yach apa boleh buat lagi pula aku juga udah
mencoba untuk mengajaknya dan aku juga udah berusaha untuk menjadi
temannya. Tidak kusangka ternyata dia
mau juga menerima ajakanku, kami pun pergi kegramedia bersama untuk mmencari
sebuah buku. Sepanjang jalan aku hanya bisa menatap jalan kearah luar kammi tak
berbicara satu sama lain, hingga akhirnya tiba disebuah gramedia wanita
tersebut mulai membuka topik duluan. Perkenalkan wanita yang aku maksud adalah
temanku ia pendiam saat pertama berjumpa sebut saja temanku yang satu ini
michan.
“Chi,
nanti kalo ketemu bukunya kita mau beli atau bagaimana?” tanya michan yang
memulai membuka topik
“Eeemmmmmm.....
gimana yach? Kalo harga bukunya murah yach kita beli saja satu untuk
bareng-bareng tapi kalo mahal gimana kalo kita foto saja” sahutku sambil
tersenyum kearahnya
Sesampainya
didalam kami berdiri disebuah rak novel kami pun berunding mulai dari arah mana
kita akan mencari, setelah tahu kita mulai menelusuri satu persatu buku. Perjalanan
kita tidaklah sia-sia ternyata buku yang kami cari telah menemuinya, kami pun
mulai memeriksa harga buku tersebut saat kami melihat harga buku tersebut cukup
mahal kami pun memutuskan untuk mencari yang telah terbuka sampulnya dan memotretnya
dengan kamera handphone. Saat ingin mengambil gambar tersebut kami membagi
tugas aku bertugas melihat sekeliling dan memegang setiap lembaran sedangkan
michan dia bertugas mengambil gambar dengan hasil yang maksimal.
Tidak terasa hari telah sore kami
pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, sebelum berpisah kami bertukar
email dan no.handphone. setelah sampai rumah aku meminta michan untuk segera
mengirimkan hasil gambar yang telah diambilnya tadi, michan pun segera membuka
laptop dan mengirim gambar tersebut via email. Aku berharap ini adalah awal
yang baik semoga kita bisa selalu bersama sampai lulus nanti atau bahkan sampai
nanti kita memiliki keluarga kecil pertemanan ini akan terus berlanjut, malam
harinya kami saling memassage untuk mananyakan apakah hari esok ada waktu
kosong atau adakah acara. Keesokan harinya saat jam istirahat tiba aku tak tahu
kenapa tiba-tiba mengajaknya untuk pergi bersama, aku mengajaknya kesuatu mall
ternama yang berada dikota depok aku berharap michan mau karena aku ingin
mengenalnya
“Michan
itu seperti apa sich orangnya ? kenapa tiba-tiba aku bisa langsung cocok
bertemanan dengan dirinya padahalkan ini baru pertama kali kenal” pikirku saat mengajak micha ke mall,
tapi buat apa aku pikirkan hal yang tak berguna dan tak penting seperti itu
lagi pula aku merasakan aku cocok dengan dia terus kenapa aku permasalahin itu
ngga ada guananya sama sekali setelah aku pikir-pikir lagi.
Awalnya aku mau ketoko buku yang ada
didalam mall tersebut, aku ingin mencari sebuah komik yang berjudul chocolate
magic. Aku ingin tahu apakah disni lebih murah harga komik tersebut atau malah
sebaliknya, setelah berjam-jam kami mencari komoik tersebut tidak
mendapatkannya aku pun mengajaknya untuk ke foodcord. Kami disana istirahat
sejenak sambil membeli sebuah minuman, kami pun mulai meminumnya. Aku sempat
berfikir aku mau cerita sama michan tapi topik apa yang harus aku buka pertama
kali, mungkinkah tentang beladiri yang aku ikuti dikampus atau tentang seniorku
yang selalu perhatian denganku karena dia menganggapku udah seperti ade
kandungnya sendiri.
Saat
kami terdiam tiba-tiba mulut ini berbicara tanpa aku sadari aku menceritakan
tentang seniorku itu dan ilmu beladiri yang aku pelajari, michan pun
mendengarkannya dengan serius. Lagi-lagi kami pulang sore tapi kali ini
menjelang magrib kami baru pulang semua itu ulahku, aku bercerita yang tak ada
habis-habisnya dan mungkin membuat seseorang merasa jenuh akan ceritaku. Tapi itu
sich terserah sipendengar kalo dia capek yach..... bisa tinggalkan aku dan
mencari teman lain selain diriku, tapi aku rasa michan tidak seperti itu semoga
dugaanku benar dan tepat.
“Hari
ini sungguh melelahkan tapi... tidak terlalu melelahkan juga sich, oh... iya aku mau meminta maaf sama
michan argh.. hari ini ga jadi nyari lagi itu komik gara-gar sudah sore dan
semua itu gara-gara ceritaku” gumamku sambil mengambil handphone dari dalam tas
Aku kira michan tidak akan menjawab
messageku dalam itungan detik ia membalasnya dan michan hanya tertawa ia juga
menjawab “tidak apa-apa lagi pula ceritamu seru kok chi”, aku menjadi tenang
dan semakin hari kami semakin dekat dan akrab. Selalu ada saja yang dilakukan
ketika pulang cepat, kami selalu bersama baik didalam kelas, istirahat, dan
tugas kelompok kami selalu bareng-bareng. Hingga akhirnya kami saling
memberikankepercaya satu sama lain, karena pertemanann yang baik adalah saling
percaya dan saling memberikan kepercayaan dan yang pasti kami saling terbusa
serta jujur satu sama lain itu adalah kunci kesuksesan pertemanan kami hingga
saat ini
0 comments: