Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

aku ingin mengenalnya

0 comments
Aku ingin tahu tentangnya
dan aku ingin dekat dengannya
part1
tidak terasa hari ini genap aku masuk kelas ini selama satu bulan penuh, berbagaimacam cerita teman kelasku telah aku dengarkan satu persatu. Mereka semua terutama para perempuan menceritakan temannya yang dulu pernah satu kelas dengannya, aku hanya menjadi pendengar setia saja. Saat temanku yang bernama safira menceritakan tentang teman sekelasnya yang bernama asan, tiba-tiba aku menjadi iba dan aku ingin tahu lebih dalam dia itu seperti apa sich masa sampai-sampai dia ditikung sama temannya sendiri tidak hanya itu tanpa asan sadari ia telah diporotin sama wanita yang ia cintai walau pun saat itu asan belum mengungkapkan isi hatinya. Aku berharap semoga suatu saat nanti aku bisa berteman dengannya hingga kelulusan tiba, atau sampai kita memiliki keluarga kecil pertemanan yang kita jalani terus berlanjut.
            Hari ini aku dan michan duduk dilorong perbatasan gedung kampus kami memperhatikan setiap orang lewat dari atas, semenjak aku merasa nyaman dan cocok dengannya aku selalu bercerita apa saja kepada dirinya. Mungkin cerita yang aku ceritakan kepada michan tidak begitu penting dan berbobot, biar pun begitu michan selalu setia mendengarkannya. Kini aku mengetahui rahasia yang sangatlah penting dari dirimichan, sebenarnya sich.... tidak penting-penting banget hanya saja selama ini michan tidak pernah terbuka kepada siapa pun jika ditanyakan tentang perasaan atau hati. Semua itu bermula saat aku menceritakan sosok asan kepada michan, walau pun asan ini teman sekelasku tapi aku tidak mengtahuinya. Tapi saat asan, junardi, dan teman-temannya berjalan menuju sebuah mesjid michan menunjuk salah satu dari mereka
“Chi... asan sama junardi kalo habis sholat cakep ya... wajah mereka seolah bersinar dengan indah” sahut michan
“Iya, mereka cakep tahu kalo habis sholat aku suka melihat wajah mereka”sahutku yang sebenarnya aku tak tahu nama yang dimaksud oleh michan tapi aku tau orang yang dimaksud
Tidak terasa kami berbicara tentang asan lama sekali, aku berjanji pada michan aku akan cari informasi tentang asan. Setelah aku mendapatkan informasi tersebut aku akan segera memberitahu michan, aku melakukan itu semua karena michan adalah sahabatku dan ia mulai jatuh hati pada asan. Aku sempat berfikir sejenak bagaimana aku bisa mencari informasi tentangnya sedangkan aku tak tahu yang namanya asan itu yang mana orangnya , tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk sahabatku.
            Tanpa hari kami selalu menghabiskan waktu bersama di mall favorite kami, disana kami selalu berbagi cerita baik cerita anak kelas yang selalu bertingkah aneh, sahabat smk yang sampai saat ini terus terjalin hubungannya, senior yang terkadang bersikap aneh, tak lupa juga aku selalu menceritakan tentang asan kepadda michan, dan lain-lain. Kali ini kami pulang malam untuk pertama kalinya, kami pulang setelah adzan isya berkumandnag walu pun didalam mall tidak terdengar tapi kami memakai jam yang selalu standbay menemani hari-hari yang dilalui.
Setelah setahun lamanya aku kuliah baru kali ini aku mendapatkan teman yang sangat cocok dan langsung akrab, kami baru kenal dua hari tapi kami merasakan sudah cukup lama kami berteman. Kali ini aku berangkat kekampus menggunakan motor, hari ini masuk jam setengah sepuluh aku pun mulai berangkat menuju kampus dan mencari tempat parkir motor yang leluasa agar aku bisa menaruh motorku dengan nyaman. Aku berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat depan dan aku menundukkan kepalaku tapi bukan berarti aku tak liat jalan aku cukup melirik jalanan yang aku lalui, saat aku sedang berjalan dengan cepat tiba-tiba ada motor yang melaju sengaja kearahku. Aku mencoba menepi tapi motor itu tidak lewat-lewat malah ia ikut menepi, aku mencoba jalan kearah sebelah kanan sambil menggeser kakiku pelan-pelan tapi motor itu malah makin jadi ia malah menghalangi jalanku.
            Didalam hati aku kesal dan bertanya-tanya “sebenarnya ini motor mau ngapain sich, mang ga ada jalanan yang lebih luas apa ?!” aku tidak sadar bahwa ada seorang pria yang memanggil namaku dari arah motor tersebut, saat aku menatap kearah seorang pria yang berada dimotor tersebut aku langsung berkata “Argh.. elah ini motor emang ngga ada jalanan lain apa jalanan segini luas masih aja depet-dempet kearah gue” pria yang berada dimotor tersebut terdiam dan menatap kearah aku, aku pun melewati pria tersebut dengan kesal. Seorang pria yang berada dimotor tersebut itu memanggil namaku lagi kali ini lebih jelas  aku pun berhenti tepat disampingnya
“Sa, hari ini masuk jam setengah sepuluh khan?” sahut pria tersebut
“Iya” jawabku  dengan jutek dan kesal
“Oh, iya ruanganya dimana?” lanjutnya
“Di 124” sahutku sambil menatap kearah mata pria tersebut
“Okay... makasih yach, sakura” jelasnya
“Iya” lanjutku sambil berjalan meninggalkan parkiran tersebut. Saat aku berjalan menuju kelas, aku pikir-pikir pria tadi lumayan juga cakep tapi... sayangnya dia memakai helem fullface. Aku kembali bertanya-tanya pada diriku  pria tersebut siapa yach...??? kenapa dia bisa kenal namaku ? argh... sudahlah tidak usah dipikirkan nanti dikelas juga ketemu, liat saja nanti.
Setibanya dikelas aku menunggu pria tadi yang berada diparkiran tapi kok tidak kunjung datang juga  padahal jam kuliah telah dimulai, walau pun tidak bertemu dikelas semoga bisa bertemu diparkiran lagi nanti akan aku tanya namanya. Kali ini kami pulang kuliah langsung pulang, pria yang aku temui tadi juga tak kunjung lagi diparkiran mungkin karena kita beda tempat parkirannya pikirku. Rasa penasarn terus menghantui tapi aku tak dapat berbuat apa-apa, ditambah lagi aku ingin sekali bisa deket dan bercanda dengan asan.
            Setiap kali dosen memanggil nama mahasiswa aku selalu bertanya pada michan yang namanya asan itu yang mana ? dan junardi yang mana? Michan pun memberitahuku. Hingga akhirnya aku ingat dengan nama mereka berdua tapi pria yang selalu menghalangi jalanku saat bertemu denganku diajalan itu siapa kenapa susah banget mencari mata yang mirip dengannya atau jangan-jangan aku yang tak menyadarinya? Setiap kali masuk siang dan saat aku sedang berjalan atau saat dia melihatku pria itu selalu menghalangi jalanku dan memanggil namaku ia selalu menanyakan ruangan kelas dan lain-lain.
Saat aku berjalan dengan michan tiba-tiba pria tersebut muncul lagi dengan hal yang sama, aku sempat berfikir memang dia ngga ada teman yang deket apa yang bisa ditanya-tanya tanpa harus menghalangi jalan orang yang mau lewat!!! Michan selalu menyebutkan nama pria tersebut tapi aku selalu lupa dengan namanya hingga yang untuk yang terakhir kalinya pria itu muncul lagi dihadapanku
“Argh.... apa sich nih orang !!!! memang ngga ada kerjaan apa hidupnya selalu menghalangi jalanan orang aja memang itu jalan kurang lebar apa !!!!” sahutku dengan kesal
“Sa, kita hari ini diruangan berapa ?”sahut pria tersebut dengan lembut
“Di 236”sahutku dengan kesal sambil menatap matanya
“Okay.... sa, memang ngga ada dosen yach?”lanjutnya
“Ngga tahu aku baru mau ke potocopyan, lah... kamu kata siapa?” sahutku dengan heran
“Ngga aku kira ngga ada dosen soalnya aku liat fathia, julia, sarah, dan indah lagi jalan kearah ester apa lawson gitu” jelasnya
“Oh.. gatau aku belum sampai kelas, ntar kalo udah dikelas terus ada dosen kabarin yach...???” lanjutku dengan nada yag sedikit lembut
Aku dan michan pun melanjutkan perjalananku kembali, saat dijalan michan bilang bahwa pria tadi adalah asan. Aku pun langsung terkejut dan bertanya-tanya kepada michan seolah masih ngga percaya oarang yang selama ini aku cari-cari adalah asan ?!?. aku ngga mungkin suka kepadannya sebab disisi lain ada michan yang menyukainya aku hanya kagum dan terpesona dengan matanya tapi bukan berati aku telah jatuh hati padanya.

0 comments: