aku ingin mengenalnya
Aku ingin tahu tentangnya
dan aku ingin dekat dengannya
part1
tidak terasa hari ini genap aku masuk
kelas ini selama satu bulan penuh, berbagaimacam cerita teman kelasku telah aku
dengarkan satu persatu. Mereka semua terutama para perempuan menceritakan temannya
yang dulu pernah satu kelas dengannya, aku hanya menjadi pendengar setia saja.
Saat temanku yang bernama safira menceritakan tentang teman sekelasnya yang
bernama asan, tiba-tiba aku menjadi iba dan aku ingin tahu lebih dalam dia itu
seperti apa sich masa sampai-sampai dia ditikung sama temannya sendiri tidak
hanya itu tanpa asan sadari ia telah diporotin sama wanita yang ia cintai walau
pun saat itu asan belum mengungkapkan isi hatinya. Aku berharap semoga suatu
saat nanti aku bisa berteman dengannya hingga kelulusan tiba, atau sampai kita
memiliki keluarga kecil pertemanan yang kita jalani terus berlanjut.
Hari
ini aku dan michan duduk dilorong perbatasan gedung kampus kami memperhatikan
setiap orang lewat dari atas, semenjak aku merasa nyaman dan cocok dengannya
aku selalu bercerita apa saja kepada dirinya. Mungkin cerita yang aku ceritakan
kepada michan tidak begitu penting dan berbobot, biar pun begitu michan selalu
setia mendengarkannya. Kini aku mengetahui rahasia yang sangatlah penting dari dirimichan,
sebenarnya sich.... tidak penting-penting banget hanya saja selama ini michan
tidak pernah terbuka kepada siapa pun jika ditanyakan tentang perasaan atau
hati. Semua itu bermula saat aku menceritakan sosok asan kepada michan, walau
pun asan ini teman sekelasku tapi aku tidak mengtahuinya. Tapi saat asan,
junardi, dan teman-temannya berjalan menuju sebuah mesjid michan menunjuk salah
satu dari mereka
“Chi... asan sama junardi kalo habis
sholat cakep ya... wajah mereka seolah bersinar dengan indah” sahut michan
“Iya, mereka cakep tahu kalo habis
sholat aku suka melihat wajah mereka”sahutku yang sebenarnya aku tak tahu nama yang
dimaksud oleh michan tapi aku tau orang yang dimaksud
Tidak terasa kami berbicara tentang
asan lama sekali, aku berjanji pada michan aku akan cari informasi tentang
asan. Setelah aku mendapatkan informasi tersebut aku akan segera memberitahu
michan, aku melakukan itu semua karena michan adalah sahabatku dan ia mulai
jatuh hati pada asan. Aku sempat berfikir sejenak bagaimana aku bisa mencari
informasi tentangnya sedangkan aku tak tahu yang namanya asan itu yang mana
orangnya , tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk sahabatku.
Tanpa
hari kami selalu menghabiskan waktu bersama di mall favorite kami, disana kami
selalu berbagi cerita baik cerita anak kelas yang selalu bertingkah aneh,
sahabat smk yang sampai saat ini terus terjalin hubungannya, senior yang
terkadang bersikap aneh, tak lupa juga aku selalu menceritakan tentang asan
kepadda michan, dan lain-lain. Kali ini kami pulang malam untuk pertama
kalinya, kami pulang setelah adzan isya berkumandnag walu pun didalam mall
tidak terdengar tapi kami memakai jam yang selalu standbay menemani hari-hari
yang dilalui.
Setelah setahun lamanya aku kuliah
baru kali ini aku mendapatkan teman yang sangat cocok dan langsung akrab, kami
baru kenal dua hari tapi kami merasakan sudah cukup lama kami berteman. Kali
ini aku berangkat kekampus menggunakan motor, hari ini masuk jam setengah
sepuluh aku pun mulai berangkat menuju kampus dan mencari tempat parkir motor
yang leluasa agar aku bisa menaruh motorku dengan nyaman. Aku berjalan dengan
terburu-buru tanpa melihat depan dan aku menundukkan kepalaku tapi bukan
berarti aku tak liat jalan aku cukup melirik jalanan yang aku lalui, saat aku
sedang berjalan dengan cepat tiba-tiba ada motor yang melaju sengaja kearahku.
Aku mencoba menepi tapi motor itu tidak lewat-lewat malah ia ikut menepi, aku
mencoba jalan kearah sebelah kanan sambil menggeser kakiku pelan-pelan tapi
motor itu malah makin jadi ia malah menghalangi jalanku.
Didalam
hati aku kesal dan bertanya-tanya “sebenarnya ini motor mau ngapain sich, mang
ga ada jalanan yang lebih luas apa ?!” aku tidak sadar bahwa ada seorang pria
yang memanggil namaku dari arah motor tersebut, saat aku menatap kearah seorang
pria yang berada dimotor tersebut aku langsung berkata “Argh.. elah ini motor
emang ngga ada jalanan lain apa jalanan segini luas masih aja depet-dempet
kearah gue” pria yang berada dimotor tersebut terdiam dan menatap kearah aku,
aku pun melewati pria tersebut dengan kesal. Seorang pria yang berada dimotor
tersebut itu memanggil namaku lagi kali ini lebih jelas aku pun berhenti tepat disampingnya
“Sa, hari ini masuk jam setengah
sepuluh khan?” sahut pria tersebut
“Iya” jawabku dengan jutek dan kesal
“Oh, iya ruanganya dimana?” lanjutnya
“Di 124” sahutku sambil menatap
kearah mata pria tersebut
“Okay... makasih yach, sakura”
jelasnya
“Iya” lanjutku sambil berjalan
meninggalkan parkiran tersebut. Saat aku berjalan menuju kelas, aku pikir-pikir
pria tadi lumayan juga cakep tapi... sayangnya dia memakai helem fullface. Aku
kembali bertanya-tanya pada diriku pria
tersebut siapa yach...??? kenapa dia bisa kenal namaku ? argh... sudahlah tidak
usah dipikirkan nanti dikelas juga ketemu, liat saja nanti.
Setibanya dikelas aku menunggu pria
tadi yang berada diparkiran tapi kok tidak kunjung datang juga padahal jam kuliah telah dimulai, walau pun
tidak bertemu dikelas semoga bisa bertemu diparkiran lagi nanti akan aku tanya
namanya. Kali ini kami pulang kuliah langsung pulang, pria yang aku temui tadi
juga tak kunjung lagi diparkiran mungkin karena kita beda tempat parkirannya
pikirku. Rasa penasarn terus menghantui tapi aku tak dapat berbuat apa-apa,
ditambah lagi aku ingin sekali bisa deket dan bercanda dengan asan.
Setiap
kali dosen memanggil nama mahasiswa aku selalu bertanya pada michan yang
namanya asan itu yang mana ? dan junardi yang mana? Michan pun memberitahuku.
Hingga akhirnya aku ingat dengan nama mereka berdua tapi pria yang selalu
menghalangi jalanku saat bertemu denganku diajalan itu siapa kenapa susah
banget mencari mata yang mirip dengannya atau jangan-jangan aku yang tak
menyadarinya? Setiap kali masuk siang dan saat aku sedang berjalan atau saat dia
melihatku pria itu selalu menghalangi jalanku dan memanggil namaku ia selalu
menanyakan ruangan kelas dan lain-lain.
Saat aku berjalan dengan michan
tiba-tiba pria tersebut muncul lagi dengan hal yang sama, aku sempat berfikir
memang dia ngga ada teman yang deket apa yang bisa ditanya-tanya tanpa harus
menghalangi jalan orang yang mau lewat!!! Michan selalu menyebutkan nama pria
tersebut tapi aku selalu lupa dengan namanya hingga yang untuk yang terakhir
kalinya pria itu muncul lagi dihadapanku
“Argh.... apa sich nih orang !!!! memang ngga ada
kerjaan apa hidupnya selalu menghalangi jalanan orang aja memang itu jalan
kurang lebar apa !!!!” sahutku dengan kesal
“Sa, kita hari ini diruangan berapa ?”sahut pria
tersebut dengan lembut
“Di 236”sahutku dengan kesal sambil menatap matanya
“Okay.... sa, memang ngga ada dosen yach?”lanjutnya
“Ngga tahu aku baru mau ke potocopyan, lah... kamu
kata siapa?” sahutku dengan heran
“Ngga aku kira ngga ada dosen soalnya aku liat fathia,
julia, sarah, dan indah lagi jalan kearah ester apa lawson gitu” jelasnya
“Oh.. gatau aku belum sampai kelas, ntar kalo udah
dikelas terus ada dosen kabarin yach...???” lanjutku dengan nada yag sedikit
lembut
Aku dan michan pun melanjutkan perjalananku kembali,
saat dijalan michan bilang bahwa pria tadi adalah asan. Aku pun langsung
terkejut dan bertanya-tanya kepada michan seolah masih ngga percaya oarang yang
selama ini aku cari-cari adalah asan ?!?. aku ngga mungkin suka kepadannya
sebab disisi lain ada michan yang menyukainya aku hanya kagum dan terpesona
dengan matanya tapi bukan berati aku telah jatuh hati padanya.
0 comments: