Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

Feature Title‎ 1

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 2

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 3

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 4

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Feature Title‎ 5

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna aliquam erat volutpat... Read More

Serba-serbi tak langsung

0 comments
Part 2

        Setelah sekian lama aku blm update update lagi nich tentang cerpen'a maklum orang super sibuk hahaha.... gaya banget ini orang. Okay.. sekarang aku akan melanjutkannya

        Hari sungguh panas sekali, ditambah lagi edo yang selalu nanya-nanya tentang ashan kepada diriku. Padahal aku sendiri ngga yakin kalo aku bener-bener menyukainya sebab aku hanya merasa nyaman dan seru aja jika dekat dengannya dia tidak tahu apa bahwa sahabatku menyukai dirinya. Memang aku sempat berfikir aku ingin memilikinya, aku ingin merasakannya bagaimana reaksi serta sikap dia kepadaku jika memang kita menjalin sebuah hubungan tapi.... saat kami sering menghabiskan waktu bersama walau pun hanya lewat chatan rasa itu tiba-tiba hilang begitu aja aku tidak mengharapkan lebih dr sekedar sahabat saja.

        Liburan semester pun telah tiba aku dan ashan mendadak lost contact aku merasa dia telah mendapatkan seseorang yang pas dihatinya hingga dia tidak pernah menchat diriku lagi tapi buatku tak jadi masalah, aku tak pernah memikirkan itu. Hingga akhirnya perkuliahan pun telah masuk, saat masuk dihari pertama aku tak pernah mengabarkan ashan bahwa dosen telah datang aku hanya memberitahukan kepada junardi.

        Dengan sigap dan cepat junardi pun segera berangkat menuju kampus setelah aku beri tahu bahwa dosen jam pertama dimajukan dan dosennya on time. Jam perkuliahan pun telah usai aku dan michan segera menuju mesjid dan mencari makanan, saat kami jalan menuju mesjid aku melihat ashan datang dan bergabung dengan teman-teman kelasnya termasuk junardi juga ada disitu. Aku pun berpura-pura tidak liat bahwa disitu ada ashan saat aku melirikan mataku kearah sekumpulan teman-teman kelasku, aku melihat ekspresi ashan sedikit kesal saat sedang mengobrol dengan junardi.
        Dimesjid aku menceritakan apa yang aku liat tadi ke michan, lagi-lagi aku ga bisa menahan diriku tapi yang namanya sahabat harus saling terbuka yaaa.... walau pun itu pait n saling jujur itu juga kunci dr sebuah persahabatan agar tidak terjadi miscom 😊
"Michan... masa tadi ashan keliatan kesel gitu sama junardi mungkin gara-gara aku tidak memberitahu atau mengabari dirinya" sahutku dengan nada sedikit senang
"Iya... waah parah kamu ci... tapi ngga apa-apa sesekali dia memang tidak bertanya kepada jurnadi apa???"sahut michan yang penuh dengan meledeknya
"Tapi michan aku sempet mendengar sedikit pembicaraan mereka saat tadi kita lewat" lanjutku
"Memang mereka membicarakan apa chi..???"tanyanya dengan penasaran
"Kalo ga salah jadi gini ashan bilang ke junardi
'waah... parah loe ga ngabarin w kalo dosennya dateng lebih awal' sahut ashan dengan sedikit kesal
'Gue juga ga tau shan gue aja tadi dikabarin sama sakura makanya gue langsung cepet-cepat datang gue kira loe tau dan sakura udah ngabarin loe' jelasnya
'Ngga dia ngga ngasih tau gue'lanjutnya.
Udah michan hanya itu doang yang aku dengar saat kita lewat" jelasku
        Setelah kami selesai makan dan sholat dzuhur kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju kelas, diperjalanan michan selalu meledekku kalo ashan bakalan marah sama aku dan ashan kesal denganku. Aku pun tidak menanggapinya justru aku berfikir kalo semua ini hanya lelucon saja dan pada akhirnya nanti juga membaik dengan sendirinya, tapi... saat tiba dikelas semua yang aku anggap hanya lelucon ternyata berbanding terbalik ashan memang kesal dan sedikit marah kepadaku walaupun secara tidak langsung aku nyakin mungkin dia hajya marah saat ini saja mungkin besok dia sudah kembali membaik pikirku jadi ashan aku diemin saja dulu.
        Jam pelajaran ketiga pun telah habis aku bercanda dengan temanku yang bernama savero, ashan hanya melihat dari kejauhan sebab ia duduk pas dibelakang shopia aku pun tak pernah mengambil pusing biarkan saja dia mau ngapain sama shopia lagi pula ashankan bukan siapa-siapaku. Hingga akhirnya kelas pun telah usai seperti biasa aku dan michan tidak pernah langsung pulang kami selalu mampir kesuatu mall untuk cerita-cerita yang mungkin itu tidaklah penting.
        Hari ini tumben sekali temen-temen kelasku udh rame dan sudah banyak yang datang juga, saat tiba dikelas dan saat aku melihat ashan aku baru inget bukunya ashankan masih sama aku. Saat ashan bertanya aku berpura-pura lupa saja pingin liat ekspresinya seperti apa dia, apakah dia sudah membaik atau belum? Ternyata ashan masih terlihat kesal sama aku terkadang aku jadi bingung sendiri sebenernya yang mulai lost contact itu aku apa dia sih...???!!!?!?! Daripada aku pusing sendiri mending aku abaikan dan aku bercanda sama yang lain saja nanti kalo dia butuh dia juga bakal berbicara denganku kok.
         Aku baru pertama kali ketemu orang yang super aneh sekali, aku tahu dia sudah dekat dengan seorang cewe yang cantik dan pinter. Aku pun mencoba tidak mengganggunya dan aku ingin jaga sedikit pembicaraanku takut ada miss comunication kan nanti jadi repot, tapi apa yang aku lakukan itu bukannya dia membaik malah jadi terlihat tidak suka gitu kepadaku. Apalagi saat aku bercanda dengan savero dan hermawan tiba-tiba dia dateng kepadaku menanyakan soal buku dia yang masih ada didiriku, aku pun menanggapinya dengan santai dan sambil tersenyum
"Chi, buku aku masih kau pake ngga??" Sahut ashan dengan bte
"Eeem... masih tapi pingin aku potocopy ntar kalo sempet" sahutku
"Ouh... yaudah" lanjutnya sambil meninggalkan tempat.
        Hari ini ashan terlihat begitu aneh, mungkin ini hanya perasaanku saja paling nanti seminggu kemudian udah normal lagi. Hari ini kami tidak berpergian kemana-mana aku dan michan memutuskan untuk segera pulang, diperjalanan pulang aku membaca chatan aku dengan ashan aku kira ada yang aneh chatanku sampe akhirnya ashan seperti itu tapi pas aku baca kembali ternyata hasilnya nihil kami tidak pernah chekchok sama sekali. Sampe juga dirumah aku segera mengganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi makan yamien bersama sahabatku dhira banyak sekali rasanya yang ingin aku ceritakan kepada dirinya, hingga akhirnya aku tak sabar ingin cepatcepat bertemu dengannya.
        Saat sampai ditempat aku dan dhira segera memesan makanan serta minuman yang ada disini, sambil menunggu pesanan diantar aku mencerita semua tentang ashan.
"Sa, kau cepat sekali sich dapat yang baru?" Sahutnya
"Yaaa... aku juga ga tahu dhi aku sich ngikutin alur aja" sahutku sambil tersenyum
"Kalo misalnya dia suka ama kamu gimana sa??? Kamu terima dia ga??"ledeknya
"Yakali... ama aku dhi, diakan levelnya tinggi aku denger-denher dari syafira tapi kalo dia mau ngga apa-apa sih aku terima" sahutku sambil ketawa geli
"Dasar kau sakura penyakit banget deh" lanjutnya dengan gregetan
        Makanan yang kami pesan pun segera tiba kami pun segera menghabiskan, setelah selesai makan kami melanjutkan lagi cerita kami setelah aku seleaai menceritakan semua yang aku alami kini giliran dhira yang menceritakan. Hari ini sungguh menyenangkan sekali aku bisa menghabiskan waktu bersama dhira sebab kita sulit sekali mengatur waktunya
( 1 minggu kemudian )
        Hari ini ada jadwal pratikum, akhirnya semuanya kembali normal ashan yang tadinya sensitif sekarang sudah tidak lagi ia mau berbicara denganku. Saat aku dan teman-temanku menunggu kelas kami masuk kita pun duduk didepan ruangan, saat aku lagi asyik duduk bersebelahan dengan putri tiba-tiba ashan berdiri disebelahku sambil berbicara dengan ilman bahwa hari ini aku terlihat berbeda.
"Man, liat sakura deh hari ini dia keliatan berbeda ya..???"sahutnya sambil melihat kearah sakura
Aku pun langsung menoleh kearah ashan dan ilman
"Apa shan??? Berbeda gimana???? Dia lebih keliatan apa???" Sahutnya sambil tertawa
"Eeem... ngga dia berubah gitu"lanjutnya dengan gugup
"Iya... berubah jadi power riger ya... aku???" Sahutku yang tiba-tiba memotong pembicaraan ashan dan ilman
"Bukan... sa"lanjutnya
"Terus apa kalo gitu??"sahut ilman
"Eeem... ngga dia kerudungannya makenya ngga kaya biasanya"jelasnya
"Mang biasanya bagaimana?"sahut ilman yang senang sekali membuat ashan terliat bingung
"Ngga, biasanyakan dia kaya itu siapa sih.. yang itu"jelasnya sambil menunjuk kearah michan dan putri
"Siapa sih shan??"sahutku dengan gregetan
"Itu loh.. haduh, siapa sih itu??"sahutnya sambil menunjuk kearah depan
"Putri??? Atau michan???"jelasku
"Bukan yang sebelah sini itu loh..."sahutnya dengan gregetan
"Michan???"sahut ilman
"Nah,iya itu biasanya kan kaya gitu ngga seperti ini"jelasnya
Aku pun hanya melihat dan tertawa ketika mereka berdua ribut tentang model kerudunganku
"Memang kenapa kalo sakura pake kerudung seperti ini??? Dia lebih terlihat apa???"tanya ilman
Seketika ashan langsung terdiam dan melihat kearah parkiran, ilman pun terus menanyakan dan menunggu jawaban keluar dari mulutnya ashan.
"Shan ternyata kau diam-diam memperhatikan sakura juga ya...?"sahut ilman sambil melirik kearah aku
"Ngggggga kok kan keliatan man..."

Read More →

serba-serbi tak langsung

0 comments
Semua yang dilakukan secara tidak langsung
(Perhatian dan jealous secara tidak langsung)
Haiii.... sahabat blogers, kembali lagi setelah kemarin dicerita “Aku ingin tahu tentangnya dan aku ingin dekat dengannya” kebanyakkan typo tapi sudah aku benarin lho.... sekarang aku mau lanjutin nich cerpen milikku sebenarnya sich, masih ada keterhubungan dengan cerita yang sebelum-belumnya hanya judulnya saja kok yang berbeda tapi isi masih lanjut. Hehehe...

“Aku... pulang” sahutku ketika memasuk kedalam rumah
Hari ini sungguh lucu dan aneh kalo mengingat kejadian tadi dikosan edo, ashan... ashan... dia itu lucu sekali sich walau pun sedikit menyebalkan. Lagi-lagi tanganku yang gatal ini selalu memberitahu michan kejadian yang aku alami saat dikosan edo, hingga akhirnya michan bilang kepadaku “Udah chi, ngga usah diceritain lagi ke aku ! lama-lama aku panas tahu ! mending besok kamu ajarin aku saja !” yach... aku pun menurutinya dan tak selang beberapa menit aku bilang kepada michan kalo aku mau tidur dulu.
            Oh,iya aku lupa memberitahu mngapa ashan selalu memanggil aku dengan nama ichiko atau biasanya hanya memanggilku dengan nama chi saja, awalnya ia tidak berani memanggil aku dengan chi. Semua itu berawal dari nama yang ada disalah satu sosmedku dan ia mulai memanggil namaku ichiko saat mulai mata kuliah pemrograman, ia memanggil namaku ichiko dengan pelan berharap aku menengok kearahnya dan menjawab. Memang nama ichiko itu diperuntukkan untuk orang-orang yang telah dekat(sahabat) denganku, kalo baru kenal dan belum tahu lebih dalam(saling mengenal lebih dalam) jangan harap aku mau menanggapi mereka yang memanggil nama ichiko. Kali ini aku duduk dibelakang ashan berharap bisa mengobrol, saat matakuliah pemrograman dimulai aku dan michan sibuk mengurusin codingan. Saat akku dan michan lagi fokus sama codingan tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku, awalnya hanya firasatku saja tapi kenapa suara itu makin lama jelas berasa dekat banget jaraknya.
            Aku pun mulai mencari suara tersebut dan saat aku melihat kearah depan ternyata ashan memanggilku ia bertanya tentang mata kuliah pemrograman, sebab ashan jarang sekali diberikan informasi tentang tugas perkuliahan sama shopia. Dari sinilah pertemananku dengan ashan dimulai, tidak hanya itu dari sini pula aku dan ashan sering sekali mendapatkan rumor atau bisa disebut dengan skandal oleh teman-teman sekelas kami.
3 bulan kemudian
Kedekatan kami semakin terlihat sebab aku dan ashan setiap kali ada acara kelas ashan selalu memboncengkan aku, hingga edo bertanya-tanya tentang ashan kepada diriku. Awalnya aku bingung darimana edo dapat informasi tentang kedekatan aku dengan ashan ? dan kenapa edo serba ingin tahu, dan mengapa edo memintaku untuk terus mendekatkan ashan ? entahlah aku tak pernah terbesit sakali pun tentang ashan, ntah tentang aku ingin memilikinya atau tentang aku ingin selalu bersama-sama dengan ashan.
“Chi, gimana ashan?” tanya edo
“Haahhh...??? ashan ? memang apa hubungannya denganku?” sahutku dengan penasaran
“Kenapa edo bisa tahu sampai sejauh ini tentnag kedekatan diriku”gumamku dalam hati
“Ngga, apa-apa aku Cuma mau tahu aja kok. Yaaa... aku sich Cuma ingin tahu aja tentang kedekatanmu” sahutnya
“Loh... kenapa dia jawab pertanyaan keduaku padahalkan aku Cuma bi cara didalam hati aja”gumamku lagi
“Memang ngga boleh”lanjutnya
“boleh kok, ya,... dia udah balik kerumahnyalah” jelasku          
Read More →

aku ingin mengenalnya

0 comments


Part 2
Hari demi hari, waktu demi waktu, dan bulan demi bulan terus berlalu hingga akhirnya aku dan asan dekat kami sering sekali chat-chatan ketika malam tiba. Setiap kali kami selesai chat-chatan aku selalu menceritakan kepada michan, awalnya michan terlihat senang sekali dia bisa tahu lebih banyak tentang asan tapi lama kelamaan michan suka jealous kepadaku saat aku bercerita tentang ashan mungkin karena sikap asahan yang terliihat berbeda memperlakukan orang satu dengan orang yang satunya lagi. Aku senang michan mau jujur kepadaku apa yang ia rasakan dengan begitu aku akan menjaga perkataanku dan mengurangi sedikit cerita tentang ashan, setelah sekian lama kita berteman kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak karuan begini. Terutama saat ashan dekat dengan seseorang wanita yang bernama shopia, aku tidak mungkin suka pada dirinya apa lagi jatuh hati itu saatlah tidak mungkin bahkan kalo itu terjadi mungkin hal yang paling bodoh yang pernah kulakukan.
            Mungkinkah ini hanya perasaanku saja yang setiap kali aku melihat shopia selalu ingin merebut seseorang dari diriku, seseorang yang tidak begitu tampan tetapi memiliki inteligen yang lumayan. Aku suka bingung atas sikapnya shopia kepada diriku setiap kali aku mendekati ashan selalu ada berbagai trik dan cara shopia untuk merebutnya. Aku senang aku dapat mengenal lebih banyak tentang ashan walau pun selalu ada shopia yang selalu mencoba menjauhkan aku dengan ashan, tapi usaha dia untuk merenggangkan aku dengan ashan selalu gagal karena aku melihat dari sikap ashan saat mencoba menangkis semua trik yang shopia lakukan.
Oh,iya aku hampir saja lupa memperkenalkan sosok ashan ini, baik kini aku kenalkan siapa ashan itu. Ashan adalah teman sekelasku, dia bisa dibilang cowok yang sedikit dingin dan cuwek terhadap semua wanita yang belum ia kenal. Selain itu ashan juga baik dalam segala hal apa lagi sama orang yang udah dia percaya dan dekat dengannya, dia begitu khawatiran terhadap temannya ketika temanya sedang berkunjung kerumahnya dan temannya tersebut tidak tahu alamat rumahnya dia akan menunggu dan terus mencoba untuk menghubunginya untuk menayakan keberadaan posisi temannya. Dia hanya mau dikritik, dimarahi, dan dikasih pemasukkan (baik dengan suara halus mau pun kasar) sama orang-orang terdekat dia. Seseorang yang membuatnya merasa nyaman, dan leluasa ketika sedang bersamaan. Yachh..... walau pun kami dikelas tidak erlihat begitu dekat layaknya seperti teman  dekat, bahkan kalo kami sudah berada dikelas kami pura-pura cuwek dan ngga peduli satu sama lain padahal sich disisi lain kami saling ingin tahu satu sama lain dan saling perhatian serta khawatir. Hanya saja dia suka aneh sikapnya ketika ia mulai cemburu ntah cemburu karena aku lebih peduli dan dekat dengan teman cowok yang lain saat berada dikelas, atau mungkin karena sikapku yang terlihat berbeda jauh banget ketika aku dengan ashan dan aku dengan teman cowokku yang lain saat berada dikelas.
            Tidak terasa ujian tengah semester sebentar lagi tiba, ada salah satu mata kuliah yang sampai saat ini belum aku mengerti
“Matematika Lanjut... heeemmmm, kenapa harus ada matematika dan harus ada itungan sich !?!?! ngga tahu apa aku lemah banget dalam hal itungan, rasanya ingin sekali belajar bareng tapi... sama siapa yach... ????”gumamku dalam hati sambil melihat-lihat teman sekalasku
Tanpa kusadari ada sepasang bola mata yang sedang memperhatikan diriku, awalnya hanya perasaanku saja. Mungkin karena aku yang terlalu kePDan karena saat itu aku sedang bercanda dengan temanku, aku hanya berbicara didalam hati “siapa juga yang mau memperhatikanku sosok wanita yang tidak memiliki sikap agun dan feminim serta cuwek dan tidak peka dalam hal bercinta seperti wanita-wanita pada umumnya”.
Lagi pula kalo memang ada yang memperhatikan kearahku paling dia juga dia sedang memperhatika shopia sebab shopia adalah wanita yang manis dan feminim hanya saja sikap dan tingkahnya dia yang membuat aku dan anak kelas menjadi tidak suka, sikapnya yang jelek membuat ia merasa terasingin oleh teman-teman sekitarnya. Abaikan saja yang bernama shopia ini aku tidak ingin bercerita tentang dirinya, sebab tidak akan ada habisnya jika bercerita tentang dia. Satu minggu sebelum ujian tengah semester dimulai edo, junardi, ashan, dio, nugraha, dan shopia mengadakan belajar bareng mereka berunding saat jam pulang beruntung sekali aku pulang belakangan jadi aku mendengar akan ada belajar bareng aku langsung bilang kepada mereka terutama aku bilang kepada edo aku ingin sekali ikut bersama mereka belajar bareng. Edo pun dengan senang hati memperbolehkanku untuk ikut bergabung dan ia akan menghubungiku jika jadi.
Disisi lain aku juga senang karena disitu ada ashan jadi aku bisa lebih dekat lagi walau pun kami hanya sebatas sahabat dan tak mengharapkan lebih, walau pun kata para wanita lain diluar sana itu sangatlah munafik ngga mungkin seseorang (lawan jenis) bisa temanan atau sahabatan bertahan lama kalo tidak ada maksud terselubung. Tapi apa yang terjadi pada diriku hanya aku, Allah, dan sahabatku saja yang tahu buat apa aku memikirkan perkataan orang yang tidak penting itu. Kami mengadakan belajar bareng pada hari rabu, awalnya aku mengajak sabahatku yang bernama michan
“Michan mau ikut belajar bareng ngga dikosan edo?” tanyaku melalui handphone
“Memang kapan chi, mau belajar bareng ? mau dong ikut kalo belajar matematika lanjut” balasnya dengan cepat
“Rabu michan kita ngadain belajar bareng, yaudah nanti kita ketemuan di Depok yach... soalnya aku ada acara didepok sebentar saja” balesku
“Oke... chi oh,iya jam berapa aku kedepok?” tanyanya lagi
“jam 11 saja katanya sih jam 11 mau pada belajar” jelasku melalui handphone
            Keesokan harinya tepat pukul 11.00 aku belum selesai juga dengan urusanku membuat michan menunggu lama dan jenuh dimesjid, saat jam istirahat aku menghubungi michan dan aku meminta maaf telah menunggu lama. Jam terus berputar urusan yang sedang aku jalani belum juga usai hingga akhirnya michan mengurungkan niatnya untuk belajar bareng sebab hari mulai gelap saat aku melihat kekaca jendela. Dan saat aku keluar ruangan ternyata hari ini mendung sekali sepertinya hujan akan turun lebih besar, saat kami ingin sholat dzuhur tiba-tiba hujan turun  dengan lebat beruntung sekali aku dan temanku yang bernama rianti telah sampai dimesjid. Aku menghubungi michan kemabali untuk menanyakan posisi dia sedang berada diaman, aku ingin mengajaknya belajar bareng karena aku merasa asing jika harus menyatu dengan shopia.
Karena aku sudah punya filling yang kurang enak saat samapi dikosan edo nanti, kali ini michan menolak ajakanku. Yaaahh.... apa boleh buat aku memakluminya karena dia telah menunggu diriku berjam-jam yang tak kunjung usai dengan urusanku  selain itu karena rumahnya yang begitu jauh tak mungkin lagi ia harus kemabali kedepok karena akan memakan waktu yang lama sekali. Michan memintaku untuk mengajarinya saat dikampus nanti, aku pun dengan senang hati mau mengajarinya. Hujan mulai mereda aku pun menuju parkiran motor untuk mengambil motorku dan mengabari edo kalo sebentar lagi aku akan menuju kosannya
“Do, aku otw kosan yach....”
“Iya, sa slow... anak-anak juga baru pada sampai shopia aja belum nyampe dia katanya masih neduh sa” sahut edo melalui handphonenya
            Saat aku berdiri didepan motorku, aku sedikit bingung dan bertanya-tanya sebab motor yang berada dihadapanku tidak ada helem yang standbay dikaca spion sebelah kiri. Aku berjalan lagi bingga ujung tapi aku tidak menemukan motor yang sama saat aku berdiri didepan motor yang pertama, akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali lagi keposisi awal. Saat aku melihat plat motor tersebut ternyata benar itu motorku tapi kenapa tidak ada helemnya ? padahalkan tadi saat berangkat helemnya jelas-jelas ada dikaca spion aku tidak lupa kok menaruh helemnya.
“Huwaaa..... helemku ilang !!!! bagaimana ini aku kekosan edo ? mana gerimis gede lagi argh... ada-ada aja dech” teriaku dengan spontan yang kebetulan parkiran sedang sepi jadi aku tidak malu-malu banget
Dengan cepatnya aku langsung menghubungi edo dan nugraha aku memberi kabar bahwa aku akan datang telat sebab helem yang aku gunakan hilang, tidak hanya itu aku memberitahu edo jangan menghubungiku lewat sosmed karena data paketnya aku matikan sejenak untuk menghemat batre hanphoneku. Aku pun mulai mengeluarkan motor pelan-pelan dan menuju kosan edo, berkali-kali aku melewati gang kosannya edo hingga akhirnya edo greget dan menjemputku di indomaret terdekat.
“Argh..... akhirnya sampai” juga gumamku dalam hati saat berdiri didepan pintu kosan edo
“Argh... elu chi gimana sich, masa kesini aja pake nyasar segala. Norak banget sich kamu!?!” sahut ashan yang sedang duduk ditepi pintu dekat kaca, aku pun langsung melihat kearah ashan tanpa pikir panjang aku sahutin
“Iiishh.... biarin aja kan tadi ngga keliatan yach... tukang es kelapanya, orang jualnya agak menjorok kedalam gimana mau liat” sahutku dengan kesal
“Isshh... nora kamu chi pake nyasar segala, baru aja kearah sini masa nyasar sich”lanjutnya
“Yaelah.... rese banget sich...!!! iya, dech yang tahu nyebelin banget sich lu.. ngga tahu apa aku dingin” lanjutku yang perlahan suaraku mengecil
            Aku pun masuk kedalam dan tak beberapa lama aku duduk nugraha, edo, dio dan ashan menanyakan tentang helemku yang hilang mereka menanyakan bagaimana itu semua bisa terjadi sebab kabarnya edo baru mendengar ada helem ilang didaerah depok. Aku pun menceritakannya saat aku melirik kearah shopia dia terlihat kesal dan tidak suka dengan ceritaku apa lagi anak-anak yang mulai mendengarkan dan memperhatikanku, ia merasa tersingkirkan dan tak dianggap saat aku cerita(menurut pandanganku). Shopia pun langsung memaksa nugraha untuk memperhatikan pertanyaan shopia, aku sich... hanya bisa menjawab dengan jujur saat mereka bertanya kalo masalah shopia aku sich tidak pernah mau ambil pusing mungkin itu udah wataknya dia.
Selesai menceritakan kejadian tadi aku pun meminta izin ke edo untuk kekamar mandi, edo pun menunjukinya dan shopia pun tak mau kalah dari yang lain ia juga memberi tahuku tapi sambil bercanda walau pun seperti itu aku tak merasa terganggu lagi pula aku kan kesini mau belajar sambil mendekatkan ashan kepadaku.
“Sa.. cepet banget kamu kekamar mandinya” sahut rohman
“Dih.. iya sa kok cepet banget kamu abis ngapain kekamar mandi jangan-jangan ngga cebok yach..?” sahut edo
“Wah.. jangan-jangan sakura...” sahut dio
“Ishh... apaan sic kalian orang aku Cuma numpang cuci kaki doang kok” sahutku
“Oh, cuci kaki doang chi ?” tanya ashan
“Iya... abiskan kotor terus ngga enak juga abis kena air ujan kalo ngga cuci kaki” jelasku
“Kirain abis ngapain dikamar mandi, kok cepet banget” lanjut edo
Aku pun langsung mengeluarkan catatan kuis kemarin, aku mencoba menyesuaikan dengan mereka saat membahas soal satu persatu. Ketika aku tidak mengerti tentang nomor empat aku mencoba bertanya kepada shopia berharap dia mau menjelaskannya dengan baik, tapi tak sesuai dengan apa yang aku pikirkan dia malah menjawabnya dengan nada menyindir dan ngga suka jika aku bertanya pada dirinya. Beruntung ashan mendengar ucapan shopia, ashan pun langsung membalikkan badan dan mengajariku sebisa mungkin walau pun disisi lain shopia mencoba untuk mengganggunya agar ia bisa bercanda dengan ashan.
            Ashan benar-benar sesuatu banget mungkin ini hanya perasaanku saja sepertinya ashan tidak suka dengan tingkah dan sikapnya shopia berhubung dia masih butuh shopia jadi yach... dienak-enakin saja saat dekat dengannya. Hari semakin gelap tidak terasa jam telah menunjukan pukul 21.00 kami pun segera rapih-rapih dan pulang kerumah masing-masing, sebelum pulang ada saja kejadian yang diluar dugaan ashan menyebut-nyebut namaku saat ia meminta kunci motor yang berada di tangan rohman
“Kunci motor siapa ini?”sahut rohman
“Buang aja yach... kunci motornya?!”sahut dio
“Iya, betul tuh... lagi pula ngga ada yang punya dan mengakuinya”sahut edo
“Itukan kunci motornya ashan” gumamku sambil merapihkan lembaran-lembaran kertasku menjadi satu
Setelah miliknya ashan rapih dan ia melihat kunci motornya mau dilembar sama edo keluar dia langsung memintanya
“Eh.... itu kunci motor gue sini !!!! jangan dibuang wah.. parah kalian!!!” sahut ashan
“Memang punya situ gus?!?!?!?”sahut dio
“Eh, buruan siniin apa!!! udah malam nich!!!” pinta ashan
“Memang mau ngapain ? udah buang aja kuncinya orang bukan punya kamu kok” sahut rohman melempar kuncinya kearah edo
“Iiih... parah kalian sisakura bagaimana ntar? Kalo kunci aku ngga ada ntar ngga bisa nganterin dia pulang dong?” jelasnya
“Apa...????!!!!???? sakura ??????” sahut edo dengan kaget
“Iya, sakura... udah malam nich, jangan pada bercanda dong. Kalian parah nich !!! eh, kasian kalo sakura pulang malam” lanjutnya
“Shan... sakura???”tanya nugraha
“Iya, aku harus nganterin dia pulang dulu sampe rumah. Udah malam nich, nanti kalo terjadi apa-apa sama sakura bagaimana?” sahutnya
“Ashan memang loe siapanya sakura?” tanay shopia
“Ishh... buruan udah malam sakura ntar gimana? Kalo ngga ada aku ?” terus meminta kuncinya yang dioper sana-sini sama edo, dio, rohman
“Eh, itu sakura nungguin aku. siniin kenapa sih bikin lama nih”
“Haaahhh.... sakura shan? Bukanya kamu beda arah sama sakura”sahut junardi
“iya.... di sakura gimaana ini” sahutnya
“Mana dia cewek sendiri lagi, pada parah-parah banget nich sama cewek” lanjutnya
Dari pada aku bingung mendengarkan ashan yang terus-terusan menyebut namaku, mending aku memintanya untuk menggeser sedikit karena aku mau memasukkan kertas catatanku kedalam tas. Ashan kenapa sibuk dengan diriku padahalkan aku bawa motor juga kalo nanti aku bareng dia terus motorku siapa yang bawa? Argh.... orang yang aneh mending aku mencari kunci motorku sendiri sambil menunggu ashan dapat kunci motornya.
            (bunyi suara kunci motor milik sakura) ashan langsung membalikkan badan dan bertanya-tanya pada diriku, aku pun bingung harus menjawab seperti apa sebab aku sendiri saja yang mendengarnya bingung kenapa namaku dibawa-bawa.
“Chi, kamu bawa motor yach...?” tanya ashan
“Iya, kenapa memang?”sahutku dengan bingung
“Terus kalo gitu aku ngapain sibuk sama kamu?” lanjutnya dengan malu
“Ngga tahu aku aja bingung shan dari tadi kamu nyebutin nama aku mulu”jelasku
“Iya... ya???? Yaudah deh, tapi kamu ngga apa-apa khan?” jelasnya
“Ngga apa-apa kok, memang ada apa?”sahutku dengan bingung sambil memakai jakect
Ashan pun segera meminta kuncinya dengan alasan ia ingin pulang, aku pikir mereka sudah selesai tidak akan bikin hal aneh-aneh lagi. Ternyata malah dilama-lamain sama edo, rohman, dan dio mereka semua pada bertanya-tanya tentang sakura kepada ashan. Ashan pun tidak menjawabnya dia mngelak pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada edo, rohman, dio, junardi, dan shopia.
            Kami pun keluar dari kosan edo dan mulai mengelap jok motor kami saat edo memberikan kanebo kepada ashan, satu persatu motor dipanasin saat aku memanasin motor yang berada disebelah ashan tiba-tiba ashan kembali betnaya-tnay kepadaku. Kali ini pertanyaan yang diberikan ashan tidak sama seperti didalam, melainkan ia terlihat sangat khawatir kepada diriku. Aku jadi bingung ashan kenapa tiba-tiba seperti ini semenjak ia dipancing sama ilman di lab tentang diriku, ashan mulai sedikit berubah ntah berubah apanya mungkin perasaanku saja. Sudahlah ngga penting juga buatku mungkin dia bersikap seperti itu karena khawatir dengan diriku sebab aku kan habis kehilangan helem selain itu kami kan hanya sahabat biasa doang jadi ngga ada yang perlu patut dicurigai karena aku tidak mau ambil pusing hehehe.....
Read More →

aku ingin mengenalnya

0 comments
Aku ingin tahu tentangnya
dan aku ingin dekat dengannya
part1
tidak terasa hari ini genap aku masuk kelas ini selama satu bulan penuh, berbagaimacam cerita teman kelasku telah aku dengarkan satu persatu. Mereka semua terutama para perempuan menceritakan temannya yang dulu pernah satu kelas dengannya, aku hanya menjadi pendengar setia saja. Saat temanku yang bernama safira menceritakan tentang teman sekelasnya yang bernama asan, tiba-tiba aku menjadi iba dan aku ingin tahu lebih dalam dia itu seperti apa sich masa sampai-sampai dia ditikung sama temannya sendiri tidak hanya itu tanpa asan sadari ia telah diporotin sama wanita yang ia cintai walau pun saat itu asan belum mengungkapkan isi hatinya. Aku berharap semoga suatu saat nanti aku bisa berteman dengannya hingga kelulusan tiba, atau sampai kita memiliki keluarga kecil pertemanan yang kita jalani terus berlanjut.
            Hari ini aku dan michan duduk dilorong perbatasan gedung kampus kami memperhatikan setiap orang lewat dari atas, semenjak aku merasa nyaman dan cocok dengannya aku selalu bercerita apa saja kepada dirinya. Mungkin cerita yang aku ceritakan kepada michan tidak begitu penting dan berbobot, biar pun begitu michan selalu setia mendengarkannya. Kini aku mengetahui rahasia yang sangatlah penting dari dirimichan, sebenarnya sich.... tidak penting-penting banget hanya saja selama ini michan tidak pernah terbuka kepada siapa pun jika ditanyakan tentang perasaan atau hati. Semua itu bermula saat aku menceritakan sosok asan kepada michan, walau pun asan ini teman sekelasku tapi aku tidak mengtahuinya. Tapi saat asan, junardi, dan teman-temannya berjalan menuju sebuah mesjid michan menunjuk salah satu dari mereka
“Chi... asan sama junardi kalo habis sholat cakep ya... wajah mereka seolah bersinar dengan indah” sahut michan
“Iya, mereka cakep tahu kalo habis sholat aku suka melihat wajah mereka”sahutku yang sebenarnya aku tak tahu nama yang dimaksud oleh michan tapi aku tau orang yang dimaksud
Tidak terasa kami berbicara tentang asan lama sekali, aku berjanji pada michan aku akan cari informasi tentang asan. Setelah aku mendapatkan informasi tersebut aku akan segera memberitahu michan, aku melakukan itu semua karena michan adalah sahabatku dan ia mulai jatuh hati pada asan. Aku sempat berfikir sejenak bagaimana aku bisa mencari informasi tentangnya sedangkan aku tak tahu yang namanya asan itu yang mana orangnya , tapi aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk sahabatku.
            Tanpa hari kami selalu menghabiskan waktu bersama di mall favorite kami, disana kami selalu berbagi cerita baik cerita anak kelas yang selalu bertingkah aneh, sahabat smk yang sampai saat ini terus terjalin hubungannya, senior yang terkadang bersikap aneh, tak lupa juga aku selalu menceritakan tentang asan kepadda michan, dan lain-lain. Kali ini kami pulang malam untuk pertama kalinya, kami pulang setelah adzan isya berkumandnag walu pun didalam mall tidak terdengar tapi kami memakai jam yang selalu standbay menemani hari-hari yang dilalui.
Setelah setahun lamanya aku kuliah baru kali ini aku mendapatkan teman yang sangat cocok dan langsung akrab, kami baru kenal dua hari tapi kami merasakan sudah cukup lama kami berteman. Kali ini aku berangkat kekampus menggunakan motor, hari ini masuk jam setengah sepuluh aku pun mulai berangkat menuju kampus dan mencari tempat parkir motor yang leluasa agar aku bisa menaruh motorku dengan nyaman. Aku berjalan dengan terburu-buru tanpa melihat depan dan aku menundukkan kepalaku tapi bukan berarti aku tak liat jalan aku cukup melirik jalanan yang aku lalui, saat aku sedang berjalan dengan cepat tiba-tiba ada motor yang melaju sengaja kearahku. Aku mencoba menepi tapi motor itu tidak lewat-lewat malah ia ikut menepi, aku mencoba jalan kearah sebelah kanan sambil menggeser kakiku pelan-pelan tapi motor itu malah makin jadi ia malah menghalangi jalanku.
            Didalam hati aku kesal dan bertanya-tanya “sebenarnya ini motor mau ngapain sich, mang ga ada jalanan yang lebih luas apa ?!” aku tidak sadar bahwa ada seorang pria yang memanggil namaku dari arah motor tersebut, saat aku menatap kearah seorang pria yang berada dimotor tersebut aku langsung berkata “Argh.. elah ini motor emang ngga ada jalanan lain apa jalanan segini luas masih aja depet-dempet kearah gue” pria yang berada dimotor tersebut terdiam dan menatap kearah aku, aku pun melewati pria tersebut dengan kesal. Seorang pria yang berada dimotor tersebut itu memanggil namaku lagi kali ini lebih jelas  aku pun berhenti tepat disampingnya
“Sa, hari ini masuk jam setengah sepuluh khan?” sahut pria tersebut
“Iya” jawabku  dengan jutek dan kesal
“Oh, iya ruanganya dimana?” lanjutnya
“Di 124” sahutku sambil menatap kearah mata pria tersebut
“Okay... makasih yach, sakura” jelasnya
“Iya” lanjutku sambil berjalan meninggalkan parkiran tersebut. Saat aku berjalan menuju kelas, aku pikir-pikir pria tadi lumayan juga cakep tapi... sayangnya dia memakai helem fullface. Aku kembali bertanya-tanya pada diriku  pria tersebut siapa yach...??? kenapa dia bisa kenal namaku ? argh... sudahlah tidak usah dipikirkan nanti dikelas juga ketemu, liat saja nanti.
Setibanya dikelas aku menunggu pria tadi yang berada diparkiran tapi kok tidak kunjung datang juga  padahal jam kuliah telah dimulai, walau pun tidak bertemu dikelas semoga bisa bertemu diparkiran lagi nanti akan aku tanya namanya. Kali ini kami pulang kuliah langsung pulang, pria yang aku temui tadi juga tak kunjung lagi diparkiran mungkin karena kita beda tempat parkirannya pikirku. Rasa penasarn terus menghantui tapi aku tak dapat berbuat apa-apa, ditambah lagi aku ingin sekali bisa deket dan bercanda dengan asan.
            Setiap kali dosen memanggil nama mahasiswa aku selalu bertanya pada michan yang namanya asan itu yang mana ? dan junardi yang mana? Michan pun memberitahuku. Hingga akhirnya aku ingat dengan nama mereka berdua tapi pria yang selalu menghalangi jalanku saat bertemu denganku diajalan itu siapa kenapa susah banget mencari mata yang mirip dengannya atau jangan-jangan aku yang tak menyadarinya? Setiap kali masuk siang dan saat aku sedang berjalan atau saat dia melihatku pria itu selalu menghalangi jalanku dan memanggil namaku ia selalu menanyakan ruangan kelas dan lain-lain.
Saat aku berjalan dengan michan tiba-tiba pria tersebut muncul lagi dengan hal yang sama, aku sempat berfikir memang dia ngga ada teman yang deket apa yang bisa ditanya-tanya tanpa harus menghalangi jalan orang yang mau lewat!!! Michan selalu menyebutkan nama pria tersebut tapi aku selalu lupa dengan namanya hingga yang untuk yang terakhir kalinya pria itu muncul lagi dihadapanku
“Argh.... apa sich nih orang !!!! memang ngga ada kerjaan apa hidupnya selalu menghalangi jalanan orang aja memang itu jalan kurang lebar apa !!!!” sahutku dengan kesal
“Sa, kita hari ini diruangan berapa ?”sahut pria tersebut dengan lembut
“Di 236”sahutku dengan kesal sambil menatap matanya
“Okay.... sa, memang ngga ada dosen yach?”lanjutnya
“Ngga tahu aku baru mau ke potocopyan, lah... kamu kata siapa?” sahutku dengan heran
“Ngga aku kira ngga ada dosen soalnya aku liat fathia, julia, sarah, dan indah lagi jalan kearah ester apa lawson gitu” jelasnya
“Oh.. gatau aku belum sampai kelas, ntar kalo udah dikelas terus ada dosen kabarin yach...???” lanjutku dengan nada yag sedikit lembut
Aku dan michan pun melanjutkan perjalananku kembali, saat dijalan michan bilang bahwa pria tadi adalah asan. Aku pun langsung terkejut dan bertanya-tanya kepada michan seolah masih ngga percaya oarang yang selama ini aku cari-cari adalah asan ?!?. aku ngga mungkin suka kepadannya sebab disisi lain ada michan yang menyukainya aku hanya kagum dan terpesona dengan matanya tapi bukan berati aku telah jatuh hati padanya.
Read More →

kepercayaan

0 comments


Pertama kali bertemu
Hari ini adalah hari pertamaku masuk kuliah aku tak tahu seperti apa nanti saat bertemu dengan teman baruku, aku hanya memiliki satu teman yang awalnya satu kelas tapi aku dengan dia tiadak terlalu baik dala berteman kami selalu bertolak belakang bahkan banyak sekali hal-hal ketidak cocokan diantara kami. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mencari teman baru tapi aku bingung kriteria seperti apa teman yang aku cari dikelas ini ?satu minggu telah berlalu aku masih terlihat pendiam diantara teman-temanku yang lain karena aku belom terlalu paham dengan karakter mereka satu persatu selain itu menurutku juga belum ada yang pas untuk dijadikan teman dekat.
            Suatu saat kelas kami mendapatkan tugas dari dosen dengan matakuliah bahasa indonesia, dimana matakuliah tersebut adalah matakuliah softskill. Kami disuruh mencari artikel dari sebuah buku, sudah pasti aku harus pergi kegramedia untuk mencari buku tersebut setelah menemukannya aku akan mencatatnya atau memontret itu tulisan tanpa sepengetahuan satpam. Oh, iya aku hampir lupa memperkenalkan diriku perkenalkan namaku Sakura Ichiko aku biasa dipanggil Ichiko oleh teman-teman dekatku aku pindahan dari kelas AK 11 dan sekarang aku menetap dikelas AK 04. Suatu hari aku duduk disamping wanita yang sama-sama memakai hijab, awalnya aku bingung mau berbicara ddengannya tapi mau berbicara tentang apa? Sebab dia pendiam begitu pun dengan diriku. Kalo tidak ada yang mengajakku bicara aku akan terus terdiam sampai akhirnya jam kuliah pun telah usai.
Saat pulang lebih awal aku mencoba berbicara dengannya, tidak hanya itu aku juga mencoba mengajaknya pergi kegramedia bersama berharap dia mau menerima ajakkanku tapi kalo dia tidak mau yach apa boleh buat lagi pula aku juga udah mencoba untuk mengajaknya dan aku juga udah berusaha untuk menjadi temannya.  Tidak kusangka ternyata dia mau juga menerima ajakanku, kami pun pergi kegramedia bersama untuk mmencari sebuah buku. Sepanjang jalan aku hanya bisa menatap jalan kearah luar kammi tak berbicara satu sama lain, hingga akhirnya tiba disebuah gramedia wanita tersebut mulai membuka topik duluan. Perkenalkan wanita yang aku maksud adalah temanku ia pendiam saat pertama berjumpa sebut saja temanku yang satu ini michan.
“Chi, nanti kalo ketemu bukunya kita mau beli atau bagaimana?” tanya michan yang memulai membuka topik
“Eeemmmmmm..... gimana yach? Kalo harga bukunya murah yach kita beli saja satu untuk bareng-bareng tapi kalo mahal gimana kalo kita foto saja” sahutku sambil tersenyum kearahnya
Sesampainya didalam kami berdiri disebuah rak novel kami pun berunding mulai dari arah mana kita akan mencari, setelah tahu kita mulai menelusuri satu persatu buku. Perjalanan kita tidaklah sia-sia ternyata buku yang kami cari telah menemuinya, kami pun mulai memeriksa harga buku tersebut saat kami melihat harga buku tersebut cukup mahal kami pun memutuskan untuk mencari yang telah terbuka sampulnya dan memotretnya dengan kamera handphone. Saat ingin mengambil gambar tersebut kami membagi tugas aku bertugas melihat sekeliling dan memegang setiap lembaran sedangkan michan dia bertugas mengambil gambar dengan hasil yang maksimal.
            Tidak terasa hari telah sore kami pun memutuskan untuk pulang kerumah masing-masing, sebelum berpisah kami bertukar email dan no.handphone. setelah sampai rumah aku meminta michan untuk segera mengirimkan hasil gambar yang telah diambilnya tadi, michan pun segera membuka laptop dan mengirim gambar tersebut via email. Aku berharap ini adalah awal yang baik semoga kita bisa selalu bersama sampai lulus nanti atau bahkan sampai nanti kita memiliki keluarga kecil pertemanan ini akan terus berlanjut, malam harinya kami saling memassage untuk mananyakan apakah hari esok ada waktu kosong atau adakah acara. Keesokan harinya saat jam istirahat tiba aku tak tahu kenapa tiba-tiba mengajaknya untuk pergi bersama, aku mengajaknya kesuatu mall ternama yang berada dikota depok aku berharap michan mau karena aku ingin mengenalnya
“Michan itu seperti apa sich orangnya ? kenapa tiba-tiba aku bisa langsung cocok bertemanan dengan dirinya padahalkan ini baru pertama kali  kenal” pikirku saat mengajak micha ke mall, tapi buat apa aku pikirkan hal yang tak berguna dan tak penting seperti itu lagi pula aku merasakan aku cocok dengan dia terus kenapa aku permasalahin itu ngga ada guananya sama sekali setelah aku pikir-pikir lagi.
            Awalnya aku mau ketoko buku yang ada didalam mall tersebut, aku ingin mencari sebuah komik yang berjudul chocolate magic. Aku ingin tahu apakah disni lebih murah harga komik tersebut atau malah sebaliknya, setelah berjam-jam kami mencari komoik tersebut tidak mendapatkannya aku pun mengajaknya untuk ke foodcord. Kami disana istirahat sejenak sambil membeli sebuah minuman, kami pun mulai meminumnya. Aku sempat berfikir aku mau cerita sama michan tapi topik apa yang harus aku buka pertama kali, mungkinkah tentang beladiri yang aku ikuti dikampus atau tentang seniorku yang selalu perhatian denganku karena dia menganggapku udah seperti ade kandungnya sendiri.
Saat kami terdiam tiba-tiba mulut ini berbicara tanpa aku sadari aku menceritakan tentang seniorku itu dan ilmu beladiri yang aku pelajari, michan pun mendengarkannya dengan serius. Lagi-lagi kami pulang sore tapi kali ini menjelang magrib kami baru pulang semua itu ulahku, aku bercerita yang tak ada habis-habisnya dan mungkin membuat seseorang merasa jenuh akan ceritaku. Tapi itu sich terserah sipendengar kalo dia capek yach..... bisa tinggalkan aku dan mencari teman lain selain diriku, tapi aku rasa michan tidak seperti itu semoga dugaanku benar dan tepat.
“Hari ini sungguh melelahkan tapi... tidak terlalu melelahkan  juga sich, oh... iya aku mau meminta maaf sama michan argh.. hari ini ga jadi nyari lagi itu komik gara-gar sudah sore dan semua itu gara-gara ceritaku” gumamku sambil mengambil handphone dari dalam tas
            Aku kira michan tidak akan menjawab messageku dalam itungan detik ia membalasnya dan michan hanya tertawa ia juga menjawab “tidak apa-apa lagi pula ceritamu seru kok chi”, aku menjadi tenang dan semakin hari kami semakin dekat dan akrab. Selalu ada saja yang dilakukan ketika pulang cepat, kami selalu bersama baik didalam kelas, istirahat, dan tugas kelompok kami selalu bareng-bareng. Hingga akhirnya kami saling memberikankepercaya satu sama lain, karena pertemanann yang baik adalah saling percaya dan saling memberikan kepercayaan dan yang pasti kami saling terbusa serta jujur satu sama lain itu adalah kunci kesuksesan pertemanan kami hingga saat ini
Read More →