Serba-serbi tak langsung
Setelah sekian lama aku blm update update lagi nich tentang cerpen'a maklum orang super sibuk hahaha.... gaya banget ini orang. Okay.. sekarang aku akan melanjutkannya
Hari sungguh panas sekali, ditambah lagi edo yang selalu nanya-nanya tentang ashan kepada diriku. Padahal aku sendiri ngga yakin kalo aku bener-bener menyukainya sebab aku hanya merasa nyaman dan seru aja jika dekat dengannya dia tidak tahu apa bahwa sahabatku menyukai dirinya. Memang aku sempat berfikir aku ingin memilikinya, aku ingin merasakannya bagaimana reaksi serta sikap dia kepadaku jika memang kita menjalin sebuah hubungan tapi.... saat kami sering menghabiskan waktu bersama walau pun hanya lewat chatan rasa itu tiba-tiba hilang begitu aja aku tidak mengharapkan lebih dr sekedar sahabat saja.
Liburan semester pun telah tiba aku dan ashan mendadak lost contact aku merasa dia telah mendapatkan seseorang yang pas dihatinya hingga dia tidak pernah menchat diriku lagi tapi buatku tak jadi masalah, aku tak pernah memikirkan itu. Hingga akhirnya perkuliahan pun telah masuk, saat masuk dihari pertama aku tak pernah mengabarkan ashan bahwa dosen telah datang aku hanya memberitahukan kepada junardi.
Dengan sigap dan cepat junardi pun segera berangkat menuju kampus setelah aku beri tahu bahwa dosen jam pertama dimajukan dan dosennya on time. Jam perkuliahan pun telah usai aku dan michan segera menuju mesjid dan mencari makanan, saat kami jalan menuju mesjid aku melihat ashan datang dan bergabung dengan teman-teman kelasnya termasuk junardi juga ada disitu. Aku pun berpura-pura tidak liat bahwa disitu ada ashan saat aku melirikan mataku kearah sekumpulan teman-teman kelasku, aku melihat ekspresi ashan sedikit kesal saat sedang mengobrol dengan junardi.
Dimesjid aku menceritakan apa yang aku liat tadi ke michan, lagi-lagi aku ga bisa menahan diriku tapi yang namanya sahabat harus saling terbuka yaaa.... walau pun itu pait n saling jujur itu juga kunci dr sebuah persahabatan agar tidak terjadi miscom 😊
"Michan... masa tadi ashan keliatan kesel gitu sama junardi mungkin gara-gara aku tidak memberitahu atau mengabari dirinya" sahutku dengan nada sedikit senang
"Iya... waah parah kamu ci... tapi ngga apa-apa sesekali dia memang tidak bertanya kepada jurnadi apa???"sahut michan yang penuh dengan meledeknya
"Tapi michan aku sempet mendengar sedikit pembicaraan mereka saat tadi kita lewat" lanjutku
"Memang mereka membicarakan apa chi..???"tanyanya dengan penasaran
"Kalo ga salah jadi gini ashan bilang ke junardi
'waah... parah loe ga ngabarin w kalo dosennya dateng lebih awal' sahut ashan dengan sedikit kesal
'Gue juga ga tau shan gue aja tadi dikabarin sama sakura makanya gue langsung cepet-cepat datang gue kira loe tau dan sakura udah ngabarin loe' jelasnya
'Ngga dia ngga ngasih tau gue'lanjutnya.
Udah michan hanya itu doang yang aku dengar saat kita lewat" jelasku
Setelah kami selesai makan dan sholat dzuhur kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju kelas, diperjalanan michan selalu meledekku kalo ashan bakalan marah sama aku dan ashan kesal denganku. Aku pun tidak menanggapinya justru aku berfikir kalo semua ini hanya lelucon saja dan pada akhirnya nanti juga membaik dengan sendirinya, tapi... saat tiba dikelas semua yang aku anggap hanya lelucon ternyata berbanding terbalik ashan memang kesal dan sedikit marah kepadaku walaupun secara tidak langsung aku nyakin mungkin dia hajya marah saat ini saja mungkin besok dia sudah kembali membaik pikirku jadi ashan aku diemin saja dulu.
Jam pelajaran ketiga pun telah habis aku bercanda dengan temanku yang bernama savero, ashan hanya melihat dari kejauhan sebab ia duduk pas dibelakang shopia aku pun tak pernah mengambil pusing biarkan saja dia mau ngapain sama shopia lagi pula ashankan bukan siapa-siapaku. Hingga akhirnya kelas pun telah usai seperti biasa aku dan michan tidak pernah langsung pulang kami selalu mampir kesuatu mall untuk cerita-cerita yang mungkin itu tidaklah penting.
Hari ini tumben sekali temen-temen kelasku udh rame dan sudah banyak yang datang juga, saat tiba dikelas dan saat aku melihat ashan aku baru inget bukunya ashankan masih sama aku. Saat ashan bertanya aku berpura-pura lupa saja pingin liat ekspresinya seperti apa dia, apakah dia sudah membaik atau belum? Ternyata ashan masih terlihat kesal sama aku terkadang aku jadi bingung sendiri sebenernya yang mulai lost contact itu aku apa dia sih...???!!!?!?! Daripada aku pusing sendiri mending aku abaikan dan aku bercanda sama yang lain saja nanti kalo dia butuh dia juga bakal berbicara denganku kok.
Aku baru pertama kali ketemu orang yang super aneh sekali, aku tahu dia sudah dekat dengan seorang cewe yang cantik dan pinter. Aku pun mencoba tidak mengganggunya dan aku ingin jaga sedikit pembicaraanku takut ada miss comunication kan nanti jadi repot, tapi apa yang aku lakukan itu bukannya dia membaik malah jadi terlihat tidak suka gitu kepadaku. Apalagi saat aku bercanda dengan savero dan hermawan tiba-tiba dia dateng kepadaku menanyakan soal buku dia yang masih ada didiriku, aku pun menanggapinya dengan santai dan sambil tersenyum
"Chi, buku aku masih kau pake ngga??" Sahut ashan dengan bte
"Eeem... masih tapi pingin aku potocopy ntar kalo sempet" sahutku
"Ouh... yaudah" lanjutnya sambil meninggalkan tempat.
Hari ini ashan terlihat begitu aneh, mungkin ini hanya perasaanku saja paling nanti seminggu kemudian udah normal lagi. Hari ini kami tidak berpergian kemana-mana aku dan michan memutuskan untuk segera pulang, diperjalanan pulang aku membaca chatan aku dengan ashan aku kira ada yang aneh chatanku sampe akhirnya ashan seperti itu tapi pas aku baca kembali ternyata hasilnya nihil kami tidak pernah chekchok sama sekali. Sampe juga dirumah aku segera mengganti pakaian dan bersiap-siap untuk pergi makan yamien bersama sahabatku dhira banyak sekali rasanya yang ingin aku ceritakan kepada dirinya, hingga akhirnya aku tak sabar ingin cepatcepat bertemu dengannya.
Saat sampai ditempat aku dan dhira segera memesan makanan serta minuman yang ada disini, sambil menunggu pesanan diantar aku mencerita semua tentang ashan.
"Sa, kau cepat sekali sich dapat yang baru?" Sahutnya
"Yaaa... aku juga ga tahu dhi aku sich ngikutin alur aja" sahutku sambil tersenyum
"Kalo misalnya dia suka ama kamu gimana sa??? Kamu terima dia ga??"ledeknya
"Yakali... ama aku dhi, diakan levelnya tinggi aku denger-denher dari syafira tapi kalo dia mau ngga apa-apa sih aku terima" sahutku sambil ketawa geli
"Dasar kau sakura penyakit banget deh" lanjutnya dengan gregetan
Makanan yang kami pesan pun segera tiba kami pun segera menghabiskan, setelah selesai makan kami melanjutkan lagi cerita kami setelah aku seleaai menceritakan semua yang aku alami kini giliran dhira yang menceritakan. Hari ini sungguh menyenangkan sekali aku bisa menghabiskan waktu bersama dhira sebab kita sulit sekali mengatur waktunya
( 1 minggu kemudian )
Hari ini ada jadwal pratikum, akhirnya semuanya kembali normal ashan yang tadinya sensitif sekarang sudah tidak lagi ia mau berbicara denganku. Saat aku dan teman-temanku menunggu kelas kami masuk kita pun duduk didepan ruangan, saat aku lagi asyik duduk bersebelahan dengan putri tiba-tiba ashan berdiri disebelahku sambil berbicara dengan ilman bahwa hari ini aku terlihat berbeda.
"Man, liat sakura deh hari ini dia keliatan berbeda ya..???"sahutnya sambil melihat kearah sakura
Aku pun langsung menoleh kearah ashan dan ilman
"Apa shan??? Berbeda gimana???? Dia lebih keliatan apa???" Sahutnya sambil tertawa
"Eeem... ngga dia berubah gitu"lanjutnya dengan gugup
"Iya... berubah jadi power riger ya... aku???" Sahutku yang tiba-tiba memotong pembicaraan ashan dan ilman
"Bukan... sa"lanjutnya
"Terus apa kalo gitu??"sahut ilman
"Eeem... ngga dia kerudungannya makenya ngga kaya biasanya"jelasnya
"Mang biasanya bagaimana?"sahut ilman yang senang sekali membuat ashan terliat bingung
"Ngga, biasanyakan dia kaya itu siapa sih.. yang itu"jelasnya sambil menunjuk kearah michan dan putri
"Siapa sih shan??"sahutku dengan gregetan
"Itu loh.. haduh, siapa sih itu??"sahutnya sambil menunjuk kearah depan
"Putri??? Atau michan???"jelasku
"Bukan yang sebelah sini itu loh..."sahutnya dengan gregetan
"Michan???"sahut ilman
"Nah,iya itu biasanya kan kaya gitu ngga seperti ini"jelasnya
Aku pun hanya melihat dan tertawa ketika mereka berdua ribut tentang model kerudunganku
"Memang kenapa kalo sakura pake kerudung seperti ini??? Dia lebih terlihat apa???"tanya ilman
Seketika ashan langsung terdiam dan melihat kearah parkiran, ilman pun terus menanyakan dan menunggu jawaban keluar dari mulutnya ashan.
"Shan ternyata kau diam-diam memperhatikan sakura juga ya...?"sahut ilman sambil melirik kearah aku
"Ngggggga kok kan keliatan man..."
Read More →




