serba-serbi tak langsung
Semua yang dilakukan
secara tidak langsung
(Perhatian dan
jealous secara tidak langsung)
Haiii.... sahabat blogers, kembali
lagi setelah kemarin dicerita “Aku
ingin tahu tentangnya dan aku ingin dekat dengannya” kebanyakkan typo tapi
sudah aku benarin lho.... sekarang aku mau lanjutin nich cerpen milikku
sebenarnya sich, masih ada keterhubungan dengan cerita yang sebelum-belumnya
hanya judulnya saja kok yang berbeda tapi isi masih lanjut. Hehehe...
“Aku... pulang” sahutku ketika memasuk kedalam rumah
Hari ini sungguh lucu dan aneh kalo mengingat kejadian tadi
dikosan edo, ashan... ashan... dia itu lucu sekali sich walau pun sedikit
menyebalkan. Lagi-lagi tanganku yang gatal ini selalu memberitahu michan
kejadian yang aku alami saat dikosan edo, hingga akhirnya michan bilang
kepadaku “Udah chi, ngga usah diceritain lagi ke aku ! lama-lama aku panas tahu
! mending besok kamu ajarin aku saja !” yach... aku pun menurutinya dan tak
selang beberapa menit aku bilang kepada michan kalo aku mau tidur dulu.
Oh,iya aku
lupa memberitahu mngapa ashan selalu memanggil aku dengan nama ichiko atau
biasanya hanya memanggilku dengan nama chi saja, awalnya ia tidak berani
memanggil aku dengan chi. Semua itu berawal dari nama yang ada disalah satu
sosmedku dan ia mulai memanggil namaku ichiko saat mulai mata kuliah
pemrograman, ia memanggil namaku ichiko dengan pelan berharap aku menengok
kearahnya dan menjawab. Memang nama ichiko itu diperuntukkan untuk orang-orang
yang telah dekat(sahabat) denganku, kalo baru kenal dan belum tahu lebih
dalam(saling mengenal lebih dalam) jangan harap aku mau menanggapi mereka yang
memanggil nama ichiko. Kali ini aku duduk dibelakang ashan berharap bisa
mengobrol, saat matakuliah pemrograman dimulai aku dan michan sibuk mengurusin
codingan. Saat akku dan michan lagi fokus sama codingan tiba-tiba ada suara
yang memanggil namaku, awalnya hanya firasatku saja tapi kenapa suara itu makin
lama jelas berasa dekat banget jaraknya.
Aku pun
mulai mencari suara tersebut dan saat aku melihat kearah depan ternyata ashan
memanggilku ia bertanya tentang mata kuliah pemrograman, sebab ashan jarang
sekali diberikan informasi tentang tugas perkuliahan sama shopia. Dari sinilah
pertemananku dengan ashan dimulai, tidak hanya itu dari sini pula aku dan ashan
sering sekali mendapatkan rumor atau bisa disebut dengan skandal oleh
teman-teman sekelas kami.
3 bulan kemudian
Kedekatan kami semakin terlihat sebab
aku dan ashan setiap kali ada acara kelas ashan selalu memboncengkan aku,
hingga edo bertanya-tanya tentang ashan kepada diriku. Awalnya aku bingung
darimana edo dapat informasi tentang kedekatan aku dengan ashan ? dan kenapa
edo serba ingin tahu, dan mengapa edo memintaku untuk terus mendekatkan ashan ?
entahlah aku tak pernah terbesit sakali pun tentang ashan, ntah tentang aku
ingin memilikinya atau tentang aku ingin selalu bersama-sama dengan ashan.
“Chi, gimana ashan?” tanya edo
“Haahhh...??? ashan ? memang apa hubungannya denganku?”
sahutku dengan penasaran
“Kenapa edo bisa tahu sampai sejauh ini tentnag kedekatan
diriku”gumamku dalam hati
“Ngga, apa-apa aku Cuma mau tahu aja kok. Yaaa... aku sich Cuma
ingin tahu aja tentang kedekatanmu” sahutnya
“Loh... kenapa dia jawab pertanyaan keduaku padahalkan aku Cuma
bi cara didalam hati aja”gumamku lagi
“Memang ngga boleh”lanjutnya
“boleh kok, ya,... dia udah balik kerumahnyalah” jelasku
0 comments: