Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

serba-serbi tak langsung

0 comments
Semua yang dilakukan secara tidak langsung
(Perhatian dan jealous secara tidak langsung)
Haiii.... sahabat blogers, kembali lagi setelah kemarin dicerita “Aku ingin tahu tentangnya dan aku ingin dekat dengannya” kebanyakkan typo tapi sudah aku benarin lho.... sekarang aku mau lanjutin nich cerpen milikku sebenarnya sich, masih ada keterhubungan dengan cerita yang sebelum-belumnya hanya judulnya saja kok yang berbeda tapi isi masih lanjut. Hehehe...

“Aku... pulang” sahutku ketika memasuk kedalam rumah
Hari ini sungguh lucu dan aneh kalo mengingat kejadian tadi dikosan edo, ashan... ashan... dia itu lucu sekali sich walau pun sedikit menyebalkan. Lagi-lagi tanganku yang gatal ini selalu memberitahu michan kejadian yang aku alami saat dikosan edo, hingga akhirnya michan bilang kepadaku “Udah chi, ngga usah diceritain lagi ke aku ! lama-lama aku panas tahu ! mending besok kamu ajarin aku saja !” yach... aku pun menurutinya dan tak selang beberapa menit aku bilang kepada michan kalo aku mau tidur dulu.
            Oh,iya aku lupa memberitahu mngapa ashan selalu memanggil aku dengan nama ichiko atau biasanya hanya memanggilku dengan nama chi saja, awalnya ia tidak berani memanggil aku dengan chi. Semua itu berawal dari nama yang ada disalah satu sosmedku dan ia mulai memanggil namaku ichiko saat mulai mata kuliah pemrograman, ia memanggil namaku ichiko dengan pelan berharap aku menengok kearahnya dan menjawab. Memang nama ichiko itu diperuntukkan untuk orang-orang yang telah dekat(sahabat) denganku, kalo baru kenal dan belum tahu lebih dalam(saling mengenal lebih dalam) jangan harap aku mau menanggapi mereka yang memanggil nama ichiko. Kali ini aku duduk dibelakang ashan berharap bisa mengobrol, saat matakuliah pemrograman dimulai aku dan michan sibuk mengurusin codingan. Saat akku dan michan lagi fokus sama codingan tiba-tiba ada suara yang memanggil namaku, awalnya hanya firasatku saja tapi kenapa suara itu makin lama jelas berasa dekat banget jaraknya.
            Aku pun mulai mencari suara tersebut dan saat aku melihat kearah depan ternyata ashan memanggilku ia bertanya tentang mata kuliah pemrograman, sebab ashan jarang sekali diberikan informasi tentang tugas perkuliahan sama shopia. Dari sinilah pertemananku dengan ashan dimulai, tidak hanya itu dari sini pula aku dan ashan sering sekali mendapatkan rumor atau bisa disebut dengan skandal oleh teman-teman sekelas kami.
3 bulan kemudian
Kedekatan kami semakin terlihat sebab aku dan ashan setiap kali ada acara kelas ashan selalu memboncengkan aku, hingga edo bertanya-tanya tentang ashan kepada diriku. Awalnya aku bingung darimana edo dapat informasi tentang kedekatan aku dengan ashan ? dan kenapa edo serba ingin tahu, dan mengapa edo memintaku untuk terus mendekatkan ashan ? entahlah aku tak pernah terbesit sakali pun tentang ashan, ntah tentang aku ingin memilikinya atau tentang aku ingin selalu bersama-sama dengan ashan.
“Chi, gimana ashan?” tanya edo
“Haahhh...??? ashan ? memang apa hubungannya denganku?” sahutku dengan penasaran
“Kenapa edo bisa tahu sampai sejauh ini tentnag kedekatan diriku”gumamku dalam hati
“Ngga, apa-apa aku Cuma mau tahu aja kok. Yaaa... aku sich Cuma ingin tahu aja tentang kedekatanmu” sahutnya
“Loh... kenapa dia jawab pertanyaan keduaku padahalkan aku Cuma bi cara didalam hati aja”gumamku lagi
“Memang ngga boleh”lanjutnya
“boleh kok, ya,... dia udah balik kerumahnyalah” jelasku          

0 comments: