aku ingin mengenalnya
Part 2
Hari demi hari, waktu demi waktu, dan
bulan demi bulan terus berlalu hingga akhirnya aku dan asan dekat kami sering
sekali chat-chatan ketika malam tiba. Setiap kali kami selesai chat-chatan aku
selalu menceritakan kepada michan, awalnya michan terlihat senang sekali dia
bisa tahu lebih banyak tentang asan tapi lama kelamaan michan suka jealous
kepadaku saat aku bercerita tentang ashan mungkin karena sikap asahan yang
terliihat berbeda memperlakukan orang satu dengan orang yang satunya lagi. Aku
senang michan mau jujur kepadaku apa yang ia rasakan dengan begitu aku akan
menjaga perkataanku dan mengurangi sedikit cerita tentang ashan, setelah sekian
lama kita berteman kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak karuan begini.
Terutama saat ashan dekat dengan seseorang wanita yang bernama shopia, aku
tidak mungkin suka pada dirinya apa lagi jatuh hati itu saatlah tidak mungkin
bahkan kalo itu terjadi mungkin hal yang paling bodoh yang pernah kulakukan.
Mungkinkah
ini hanya perasaanku saja yang setiap kali aku melihat shopia selalu ingin
merebut seseorang dari diriku, seseorang yang tidak begitu tampan tetapi memiliki
inteligen yang lumayan. Aku suka bingung atas sikapnya shopia kepada diriku
setiap kali aku mendekati ashan selalu ada berbagai trik dan cara shopia untuk
merebutnya. Aku senang aku dapat mengenal lebih banyak tentang ashan walau pun
selalu ada shopia yang selalu mencoba menjauhkan aku dengan ashan, tapi usaha
dia untuk merenggangkan aku dengan ashan selalu gagal karena aku melihat dari
sikap ashan saat mencoba menangkis semua trik yang shopia lakukan.
Oh,iya aku hampir saja lupa
memperkenalkan sosok ashan ini, baik kini aku kenalkan siapa ashan itu. Ashan
adalah teman sekelasku, dia bisa dibilang cowok yang sedikit dingin dan cuwek
terhadap semua wanita yang belum ia kenal. Selain itu ashan juga baik dalam
segala hal apa lagi sama orang yang udah dia percaya dan dekat dengannya, dia
begitu khawatiran terhadap temannya ketika temanya sedang berkunjung kerumahnya
dan temannya tersebut tidak tahu alamat rumahnya dia akan menunggu dan terus
mencoba untuk menghubunginya untuk menayakan keberadaan posisi temannya. Dia
hanya mau dikritik, dimarahi, dan dikasih pemasukkan (baik dengan suara halus
mau pun kasar) sama orang-orang terdekat dia. Seseorang yang membuatnya merasa
nyaman, dan leluasa ketika sedang bersamaan. Yachh..... walau pun kami dikelas
tidak erlihat begitu dekat layaknya seperti teman dekat, bahkan kalo kami sudah berada dikelas
kami pura-pura cuwek dan ngga peduli satu sama lain padahal sich disisi lain
kami saling ingin tahu satu sama lain dan saling perhatian serta khawatir.
Hanya saja dia suka aneh sikapnya ketika ia mulai cemburu ntah cemburu karena
aku lebih peduli dan dekat dengan teman cowok yang lain saat berada dikelas,
atau mungkin karena sikapku yang terlihat berbeda jauh banget ketika aku dengan
ashan dan aku dengan teman cowokku yang lain saat berada dikelas.
Tidak
terasa ujian tengah semester sebentar lagi tiba, ada salah satu mata kuliah
yang sampai saat ini belum aku mengerti
“Matematika Lanjut... heeemmmm,
kenapa harus ada matematika dan harus ada itungan sich !?!?! ngga tahu apa aku
lemah banget dalam hal itungan, rasanya ingin sekali belajar bareng tapi...
sama siapa yach... ????”gumamku dalam hati sambil melihat-lihat teman sekalasku
Tanpa kusadari ada sepasang bola mata
yang sedang memperhatikan diriku, awalnya hanya perasaanku saja. Mungkin karena
aku yang terlalu kePDan karena saat itu aku sedang bercanda dengan temanku, aku
hanya berbicara didalam hati “siapa juga yang mau memperhatikanku sosok wanita
yang tidak memiliki sikap agun dan feminim serta cuwek dan tidak peka dalam hal
bercinta seperti wanita-wanita pada umumnya”.
Lagi pula kalo memang ada
yang memperhatikan kearahku paling dia juga dia sedang memperhatika shopia sebab
shopia adalah wanita yang manis dan feminim hanya saja sikap dan tingkahnya dia
yang membuat aku dan anak kelas menjadi tidak suka, sikapnya yang jelek membuat
ia merasa terasingin oleh teman-teman sekitarnya. Abaikan saja yang bernama
shopia ini aku tidak ingin bercerita tentang dirinya, sebab tidak akan ada
habisnya jika bercerita tentang dia. Satu minggu sebelum ujian tengah semester
dimulai edo, junardi, ashan, dio, nugraha, dan shopia mengadakan belajar bareng
mereka berunding saat jam pulang beruntung sekali aku pulang belakangan jadi
aku mendengar akan ada belajar bareng aku langsung bilang kepada mereka
terutama aku bilang kepada edo aku ingin sekali ikut bersama mereka belajar
bareng. Edo pun dengan senang hati memperbolehkanku untuk ikut bergabung dan ia
akan menghubungiku jika jadi.
Disisi lain aku juga senang karena
disitu ada ashan jadi aku bisa lebih dekat lagi walau pun kami hanya sebatas
sahabat dan tak mengharapkan lebih, walau pun kata para wanita lain diluar sana
itu sangatlah munafik ngga mungkin seseorang (lawan jenis) bisa temanan atau
sahabatan bertahan lama kalo tidak ada maksud terselubung. Tapi apa yang
terjadi pada diriku hanya aku, Allah, dan sahabatku saja yang tahu buat apa aku
memikirkan perkataan orang yang tidak penting itu. Kami mengadakan belajar
bareng pada hari rabu, awalnya aku mengajak sabahatku yang bernama michan
“Michan mau ikut belajar bareng ngga
dikosan edo?” tanyaku melalui handphone
“Memang kapan chi, mau belajar bareng
? mau dong ikut kalo belajar matematika lanjut” balasnya dengan cepat
“Rabu michan kita ngadain belajar
bareng, yaudah nanti kita ketemuan di Depok yach... soalnya aku ada acara
didepok sebentar saja” balesku
“Oke... chi oh,iya jam berapa aku
kedepok?” tanyanya lagi
“jam 11 saja katanya sih jam 11 mau
pada belajar” jelasku melalui handphone
Keesokan
harinya tepat pukul 11.00 aku belum selesai juga dengan urusanku membuat michan
menunggu lama dan jenuh dimesjid, saat jam istirahat aku menghubungi michan dan
aku meminta maaf telah menunggu lama. Jam terus berputar urusan yang sedang aku
jalani belum juga usai hingga akhirnya michan mengurungkan niatnya untuk
belajar bareng sebab hari mulai gelap saat aku melihat kekaca jendela. Dan saat
aku keluar ruangan ternyata hari ini mendung sekali sepertinya hujan akan turun
lebih besar, saat kami ingin sholat dzuhur tiba-tiba hujan turun dengan lebat beruntung sekali aku dan temanku
yang bernama rianti telah sampai dimesjid. Aku menghubungi michan kemabali
untuk menanyakan posisi dia sedang berada diaman, aku ingin mengajaknya belajar
bareng karena aku merasa asing jika harus menyatu dengan shopia.
Karena aku sudah punya filling yang
kurang enak saat samapi dikosan edo nanti, kali ini michan menolak ajakanku.
Yaaahh.... apa boleh buat aku memakluminya karena dia telah menunggu diriku
berjam-jam yang tak kunjung usai dengan urusanku selain itu karena rumahnya yang begitu jauh
tak mungkin lagi ia harus kemabali kedepok karena akan memakan waktu yang lama
sekali. Michan memintaku untuk mengajarinya saat dikampus nanti, aku pun dengan
senang hati mau mengajarinya. Hujan mulai mereda aku pun menuju parkiran motor
untuk mengambil motorku dan mengabari edo kalo sebentar lagi aku akan menuju
kosannya
“Do, aku otw kosan yach....”
“Iya, sa slow... anak-anak juga baru
pada sampai shopia aja belum nyampe dia katanya masih neduh sa” sahut edo
melalui handphonenya
Saat
aku berdiri didepan motorku, aku sedikit bingung dan bertanya-tanya sebab motor
yang berada dihadapanku tidak ada helem yang standbay dikaca spion sebelah
kiri. Aku berjalan lagi bingga ujung tapi aku tidak menemukan motor yang sama
saat aku berdiri didepan motor yang pertama, akhirnya aku pun memutuskan untuk
kembali lagi keposisi awal. Saat aku melihat plat motor tersebut ternyata benar
itu motorku tapi kenapa tidak ada helemnya ? padahalkan tadi saat berangkat
helemnya jelas-jelas ada dikaca spion aku tidak lupa kok menaruh helemnya.
“Huwaaa..... helemku ilang !!!!
bagaimana ini aku kekosan edo ? mana gerimis gede lagi argh... ada-ada aja
dech” teriaku dengan spontan yang kebetulan parkiran sedang sepi jadi aku tidak
malu-malu banget
Dengan cepatnya aku langsung
menghubungi edo dan nugraha aku memberi kabar bahwa aku akan datang telat sebab
helem yang aku gunakan hilang, tidak hanya itu aku memberitahu edo jangan
menghubungiku lewat sosmed karena data paketnya aku matikan sejenak untuk menghemat
batre hanphoneku. Aku pun mulai mengeluarkan motor pelan-pelan dan menuju kosan
edo, berkali-kali aku melewati gang kosannya edo hingga akhirnya edo greget dan
menjemputku di indomaret terdekat.
“Argh..... akhirnya sampai” juga
gumamku dalam hati saat berdiri didepan pintu kosan edo
“Argh... elu chi gimana sich, masa
kesini aja pake nyasar segala. Norak banget sich kamu!?!” sahut ashan yang
sedang duduk ditepi pintu dekat kaca, aku pun langsung melihat kearah ashan
tanpa pikir panjang aku sahutin
“Iiishh.... biarin aja kan tadi ngga
keliatan yach... tukang es kelapanya, orang jualnya agak menjorok kedalam
gimana mau liat” sahutku dengan kesal
“Isshh... nora kamu chi pake nyasar
segala, baru aja kearah sini masa nyasar sich”lanjutnya
“Yaelah.... rese banget sich...!!!
iya, dech yang tahu nyebelin banget sich lu.. ngga tahu apa aku dingin”
lanjutku yang perlahan suaraku mengecil
Aku
pun masuk kedalam dan tak beberapa lama aku duduk nugraha, edo, dio dan ashan
menanyakan tentang helemku yang hilang mereka menanyakan bagaimana itu semua
bisa terjadi sebab kabarnya edo baru mendengar ada helem ilang didaerah depok.
Aku pun menceritakannya saat aku melirik kearah shopia dia terlihat kesal dan
tidak suka dengan ceritaku apa lagi anak-anak yang mulai mendengarkan dan
memperhatikanku, ia merasa tersingkirkan dan tak dianggap saat aku
cerita(menurut pandanganku). Shopia pun langsung memaksa nugraha untuk
memperhatikan pertanyaan shopia, aku sich... hanya bisa menjawab dengan jujur
saat mereka bertanya kalo masalah shopia aku sich tidak pernah mau ambil pusing
mungkin itu udah wataknya dia.
Selesai menceritakan kejadian tadi aku
pun meminta izin ke edo untuk kekamar mandi, edo pun menunjukinya dan shopia
pun tak mau kalah dari yang lain ia juga memberi tahuku tapi sambil bercanda
walau pun seperti itu aku tak merasa terganggu lagi pula aku kan kesini mau
belajar sambil mendekatkan ashan kepadaku.
“Sa.. cepet banget kamu kekamar
mandinya” sahut rohman
“Dih.. iya sa kok cepet banget kamu abis
ngapain kekamar mandi jangan-jangan ngga cebok yach..?” sahut edo
“Wah.. jangan-jangan sakura...” sahut
dio
“Ishh... apaan sic kalian orang aku
Cuma numpang cuci kaki doang kok” sahutku
“Oh, cuci kaki doang chi ?” tanya
ashan
“Iya... abiskan kotor terus ngga enak
juga abis kena air ujan kalo ngga cuci kaki” jelasku
“Kirain abis ngapain dikamar mandi,
kok cepet banget” lanjut edo
Aku pun langsung mengeluarkan catatan
kuis kemarin, aku mencoba menyesuaikan dengan mereka saat membahas soal satu
persatu. Ketika aku tidak mengerti tentang nomor empat aku mencoba bertanya
kepada shopia berharap dia mau menjelaskannya dengan baik, tapi tak sesuai
dengan apa yang aku pikirkan dia malah menjawabnya dengan nada menyindir dan
ngga suka jika aku bertanya pada dirinya. Beruntung ashan mendengar ucapan
shopia, ashan pun langsung membalikkan badan dan mengajariku sebisa mungkin
walau pun disisi lain shopia mencoba untuk mengganggunya agar ia bisa bercanda
dengan ashan.
Ashan
benar-benar sesuatu banget mungkin ini hanya perasaanku saja sepertinya ashan
tidak suka dengan tingkah dan sikapnya shopia berhubung dia masih butuh shopia
jadi yach... dienak-enakin saja saat dekat dengannya. Hari semakin gelap tidak
terasa jam telah menunjukan pukul 21.00 kami pun segera rapih-rapih dan pulang
kerumah masing-masing, sebelum pulang ada saja kejadian yang diluar dugaan
ashan menyebut-nyebut namaku saat ia meminta kunci motor yang berada di tangan
rohman
“Kunci motor siapa ini?”sahut rohman
“Buang aja yach... kunci
motornya?!”sahut dio
“Iya, betul tuh... lagi pula ngga ada
yang punya dan mengakuinya”sahut edo
“Itukan kunci motornya ashan” gumamku
sambil merapihkan lembaran-lembaran kertasku menjadi satu
Setelah miliknya ashan rapih dan ia
melihat kunci motornya mau dilembar sama edo keluar dia langsung memintanya
“Eh.... itu kunci motor gue sini !!!!
jangan dibuang wah.. parah kalian!!!” sahut ashan
“Memang punya situ gus?!?!?!?”sahut
dio
“Eh, buruan siniin apa!!! udah malam
nich!!!” pinta ashan
“Memang mau ngapain ? udah buang aja
kuncinya orang bukan punya kamu kok” sahut rohman melempar kuncinya kearah edo
“Iiih... parah kalian sisakura
bagaimana ntar? Kalo kunci aku ngga ada ntar ngga bisa nganterin dia pulang
dong?” jelasnya
“Apa...????!!!!???? sakura ??????”
sahut edo dengan kaget
“Iya, sakura... udah malam nich,
jangan pada bercanda dong. Kalian parah nich !!! eh, kasian kalo sakura pulang
malam” lanjutnya
“Shan... sakura???”tanya nugraha
“Iya, aku harus nganterin dia pulang
dulu sampe rumah. Udah malam nich, nanti kalo terjadi apa-apa sama sakura
bagaimana?” sahutnya
“Ashan memang loe siapanya sakura?”
tanay shopia
“Ishh... buruan udah malam sakura
ntar gimana? Kalo ngga ada aku ?” terus meminta kuncinya yang dioper sana-sini
sama edo, dio, rohman
“Eh, itu sakura nungguin aku. siniin
kenapa sih bikin lama nih”
“Haaahhh.... sakura shan? Bukanya
kamu beda arah sama sakura”sahut junardi
“iya.... di sakura gimaana ini”
sahutnya
“Mana dia cewek sendiri lagi, pada
parah-parah banget nich sama cewek” lanjutnya
Dari pada aku bingung mendengarkan
ashan yang terus-terusan menyebut namaku, mending aku memintanya untuk
menggeser sedikit karena aku mau memasukkan kertas catatanku kedalam tas. Ashan
kenapa sibuk dengan diriku padahalkan aku bawa motor juga kalo nanti aku bareng
dia terus motorku siapa yang bawa? Argh.... orang yang aneh mending aku mencari
kunci motorku sendiri sambil menunggu ashan dapat kunci motornya.
(bunyi
suara kunci motor milik sakura) ashan langsung membalikkan badan dan
bertanya-tanya pada diriku, aku pun bingung harus menjawab seperti apa sebab
aku sendiri saja yang mendengarnya bingung kenapa namaku dibawa-bawa.
“Chi, kamu bawa motor yach...?” tanya
ashan
“Iya, kenapa memang?”sahutku dengan
bingung
“Terus kalo gitu aku ngapain sibuk sama
kamu?” lanjutnya dengan malu
“Ngga tahu aku aja bingung shan dari
tadi kamu nyebutin nama aku mulu”jelasku
“Iya... ya???? Yaudah deh, tapi kamu
ngga apa-apa khan?” jelasnya
“Ngga apa-apa kok, memang ada
apa?”sahutku dengan bingung sambil memakai jakect
Ashan pun segera meminta kuncinya
dengan alasan ia ingin pulang, aku pikir mereka sudah selesai tidak akan bikin
hal aneh-aneh lagi. Ternyata malah dilama-lamain sama edo, rohman, dan dio
mereka semua pada bertanya-tanya tentang sakura kepada ashan. Ashan pun tidak
menjawabnya dia mngelak pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada edo,
rohman, dio, junardi, dan shopia.
Kami
pun keluar dari kosan edo dan mulai mengelap jok motor kami saat edo memberikan
kanebo kepada ashan, satu persatu motor dipanasin saat aku memanasin motor yang
berada disebelah ashan tiba-tiba ashan kembali betnaya-tnay kepadaku. Kali ini
pertanyaan yang diberikan ashan tidak sama seperti didalam, melainkan ia
terlihat sangat khawatir kepada diriku. Aku jadi bingung ashan kenapa tiba-tiba
seperti ini semenjak ia dipancing sama ilman di lab tentang diriku, ashan mulai
sedikit berubah ntah berubah apanya mungkin perasaanku saja. Sudahlah ngga
penting juga buatku mungkin dia bersikap seperti itu karena khawatir dengan
diriku sebab aku kan habis kehilangan helem selain itu kami kan hanya sahabat biasa
doang jadi ngga ada yang perlu patut dicurigai karena aku tidak mau ambil
pusing hehehe.....
0 comments: