Stay in touch
Subscribe to our RSS!
Oh c'mon
Bookmark us!
Have a question?
Get an answer!

aku ingin mengenalnya

0 comments


Part 2
Hari demi hari, waktu demi waktu, dan bulan demi bulan terus berlalu hingga akhirnya aku dan asan dekat kami sering sekali chat-chatan ketika malam tiba. Setiap kali kami selesai chat-chatan aku selalu menceritakan kepada michan, awalnya michan terlihat senang sekali dia bisa tahu lebih banyak tentang asan tapi lama kelamaan michan suka jealous kepadaku saat aku bercerita tentang ashan mungkin karena sikap asahan yang terliihat berbeda memperlakukan orang satu dengan orang yang satunya lagi. Aku senang michan mau jujur kepadaku apa yang ia rasakan dengan begitu aku akan menjaga perkataanku dan mengurangi sedikit cerita tentang ashan, setelah sekian lama kita berteman kenapa tiba-tiba perasaanku menjadi tidak karuan begini. Terutama saat ashan dekat dengan seseorang wanita yang bernama shopia, aku tidak mungkin suka pada dirinya apa lagi jatuh hati itu saatlah tidak mungkin bahkan kalo itu terjadi mungkin hal yang paling bodoh yang pernah kulakukan.
            Mungkinkah ini hanya perasaanku saja yang setiap kali aku melihat shopia selalu ingin merebut seseorang dari diriku, seseorang yang tidak begitu tampan tetapi memiliki inteligen yang lumayan. Aku suka bingung atas sikapnya shopia kepada diriku setiap kali aku mendekati ashan selalu ada berbagai trik dan cara shopia untuk merebutnya. Aku senang aku dapat mengenal lebih banyak tentang ashan walau pun selalu ada shopia yang selalu mencoba menjauhkan aku dengan ashan, tapi usaha dia untuk merenggangkan aku dengan ashan selalu gagal karena aku melihat dari sikap ashan saat mencoba menangkis semua trik yang shopia lakukan.
Oh,iya aku hampir saja lupa memperkenalkan sosok ashan ini, baik kini aku kenalkan siapa ashan itu. Ashan adalah teman sekelasku, dia bisa dibilang cowok yang sedikit dingin dan cuwek terhadap semua wanita yang belum ia kenal. Selain itu ashan juga baik dalam segala hal apa lagi sama orang yang udah dia percaya dan dekat dengannya, dia begitu khawatiran terhadap temannya ketika temanya sedang berkunjung kerumahnya dan temannya tersebut tidak tahu alamat rumahnya dia akan menunggu dan terus mencoba untuk menghubunginya untuk menayakan keberadaan posisi temannya. Dia hanya mau dikritik, dimarahi, dan dikasih pemasukkan (baik dengan suara halus mau pun kasar) sama orang-orang terdekat dia. Seseorang yang membuatnya merasa nyaman, dan leluasa ketika sedang bersamaan. Yachh..... walau pun kami dikelas tidak erlihat begitu dekat layaknya seperti teman  dekat, bahkan kalo kami sudah berada dikelas kami pura-pura cuwek dan ngga peduli satu sama lain padahal sich disisi lain kami saling ingin tahu satu sama lain dan saling perhatian serta khawatir. Hanya saja dia suka aneh sikapnya ketika ia mulai cemburu ntah cemburu karena aku lebih peduli dan dekat dengan teman cowok yang lain saat berada dikelas, atau mungkin karena sikapku yang terlihat berbeda jauh banget ketika aku dengan ashan dan aku dengan teman cowokku yang lain saat berada dikelas.
            Tidak terasa ujian tengah semester sebentar lagi tiba, ada salah satu mata kuliah yang sampai saat ini belum aku mengerti
“Matematika Lanjut... heeemmmm, kenapa harus ada matematika dan harus ada itungan sich !?!?! ngga tahu apa aku lemah banget dalam hal itungan, rasanya ingin sekali belajar bareng tapi... sama siapa yach... ????”gumamku dalam hati sambil melihat-lihat teman sekalasku
Tanpa kusadari ada sepasang bola mata yang sedang memperhatikan diriku, awalnya hanya perasaanku saja. Mungkin karena aku yang terlalu kePDan karena saat itu aku sedang bercanda dengan temanku, aku hanya berbicara didalam hati “siapa juga yang mau memperhatikanku sosok wanita yang tidak memiliki sikap agun dan feminim serta cuwek dan tidak peka dalam hal bercinta seperti wanita-wanita pada umumnya”.
Lagi pula kalo memang ada yang memperhatikan kearahku paling dia juga dia sedang memperhatika shopia sebab shopia adalah wanita yang manis dan feminim hanya saja sikap dan tingkahnya dia yang membuat aku dan anak kelas menjadi tidak suka, sikapnya yang jelek membuat ia merasa terasingin oleh teman-teman sekitarnya. Abaikan saja yang bernama shopia ini aku tidak ingin bercerita tentang dirinya, sebab tidak akan ada habisnya jika bercerita tentang dia. Satu minggu sebelum ujian tengah semester dimulai edo, junardi, ashan, dio, nugraha, dan shopia mengadakan belajar bareng mereka berunding saat jam pulang beruntung sekali aku pulang belakangan jadi aku mendengar akan ada belajar bareng aku langsung bilang kepada mereka terutama aku bilang kepada edo aku ingin sekali ikut bersama mereka belajar bareng. Edo pun dengan senang hati memperbolehkanku untuk ikut bergabung dan ia akan menghubungiku jika jadi.
Disisi lain aku juga senang karena disitu ada ashan jadi aku bisa lebih dekat lagi walau pun kami hanya sebatas sahabat dan tak mengharapkan lebih, walau pun kata para wanita lain diluar sana itu sangatlah munafik ngga mungkin seseorang (lawan jenis) bisa temanan atau sahabatan bertahan lama kalo tidak ada maksud terselubung. Tapi apa yang terjadi pada diriku hanya aku, Allah, dan sahabatku saja yang tahu buat apa aku memikirkan perkataan orang yang tidak penting itu. Kami mengadakan belajar bareng pada hari rabu, awalnya aku mengajak sabahatku yang bernama michan
“Michan mau ikut belajar bareng ngga dikosan edo?” tanyaku melalui handphone
“Memang kapan chi, mau belajar bareng ? mau dong ikut kalo belajar matematika lanjut” balasnya dengan cepat
“Rabu michan kita ngadain belajar bareng, yaudah nanti kita ketemuan di Depok yach... soalnya aku ada acara didepok sebentar saja” balesku
“Oke... chi oh,iya jam berapa aku kedepok?” tanyanya lagi
“jam 11 saja katanya sih jam 11 mau pada belajar” jelasku melalui handphone
            Keesokan harinya tepat pukul 11.00 aku belum selesai juga dengan urusanku membuat michan menunggu lama dan jenuh dimesjid, saat jam istirahat aku menghubungi michan dan aku meminta maaf telah menunggu lama. Jam terus berputar urusan yang sedang aku jalani belum juga usai hingga akhirnya michan mengurungkan niatnya untuk belajar bareng sebab hari mulai gelap saat aku melihat kekaca jendela. Dan saat aku keluar ruangan ternyata hari ini mendung sekali sepertinya hujan akan turun lebih besar, saat kami ingin sholat dzuhur tiba-tiba hujan turun  dengan lebat beruntung sekali aku dan temanku yang bernama rianti telah sampai dimesjid. Aku menghubungi michan kemabali untuk menanyakan posisi dia sedang berada diaman, aku ingin mengajaknya belajar bareng karena aku merasa asing jika harus menyatu dengan shopia.
Karena aku sudah punya filling yang kurang enak saat samapi dikosan edo nanti, kali ini michan menolak ajakanku. Yaaahh.... apa boleh buat aku memakluminya karena dia telah menunggu diriku berjam-jam yang tak kunjung usai dengan urusanku  selain itu karena rumahnya yang begitu jauh tak mungkin lagi ia harus kemabali kedepok karena akan memakan waktu yang lama sekali. Michan memintaku untuk mengajarinya saat dikampus nanti, aku pun dengan senang hati mau mengajarinya. Hujan mulai mereda aku pun menuju parkiran motor untuk mengambil motorku dan mengabari edo kalo sebentar lagi aku akan menuju kosannya
“Do, aku otw kosan yach....”
“Iya, sa slow... anak-anak juga baru pada sampai shopia aja belum nyampe dia katanya masih neduh sa” sahut edo melalui handphonenya
            Saat aku berdiri didepan motorku, aku sedikit bingung dan bertanya-tanya sebab motor yang berada dihadapanku tidak ada helem yang standbay dikaca spion sebelah kiri. Aku berjalan lagi bingga ujung tapi aku tidak menemukan motor yang sama saat aku berdiri didepan motor yang pertama, akhirnya aku pun memutuskan untuk kembali lagi keposisi awal. Saat aku melihat plat motor tersebut ternyata benar itu motorku tapi kenapa tidak ada helemnya ? padahalkan tadi saat berangkat helemnya jelas-jelas ada dikaca spion aku tidak lupa kok menaruh helemnya.
“Huwaaa..... helemku ilang !!!! bagaimana ini aku kekosan edo ? mana gerimis gede lagi argh... ada-ada aja dech” teriaku dengan spontan yang kebetulan parkiran sedang sepi jadi aku tidak malu-malu banget
Dengan cepatnya aku langsung menghubungi edo dan nugraha aku memberi kabar bahwa aku akan datang telat sebab helem yang aku gunakan hilang, tidak hanya itu aku memberitahu edo jangan menghubungiku lewat sosmed karena data paketnya aku matikan sejenak untuk menghemat batre hanphoneku. Aku pun mulai mengeluarkan motor pelan-pelan dan menuju kosan edo, berkali-kali aku melewati gang kosannya edo hingga akhirnya edo greget dan menjemputku di indomaret terdekat.
“Argh..... akhirnya sampai” juga gumamku dalam hati saat berdiri didepan pintu kosan edo
“Argh... elu chi gimana sich, masa kesini aja pake nyasar segala. Norak banget sich kamu!?!” sahut ashan yang sedang duduk ditepi pintu dekat kaca, aku pun langsung melihat kearah ashan tanpa pikir panjang aku sahutin
“Iiishh.... biarin aja kan tadi ngga keliatan yach... tukang es kelapanya, orang jualnya agak menjorok kedalam gimana mau liat” sahutku dengan kesal
“Isshh... nora kamu chi pake nyasar segala, baru aja kearah sini masa nyasar sich”lanjutnya
“Yaelah.... rese banget sich...!!! iya, dech yang tahu nyebelin banget sich lu.. ngga tahu apa aku dingin” lanjutku yang perlahan suaraku mengecil
            Aku pun masuk kedalam dan tak beberapa lama aku duduk nugraha, edo, dio dan ashan menanyakan tentang helemku yang hilang mereka menanyakan bagaimana itu semua bisa terjadi sebab kabarnya edo baru mendengar ada helem ilang didaerah depok. Aku pun menceritakannya saat aku melirik kearah shopia dia terlihat kesal dan tidak suka dengan ceritaku apa lagi anak-anak yang mulai mendengarkan dan memperhatikanku, ia merasa tersingkirkan dan tak dianggap saat aku cerita(menurut pandanganku). Shopia pun langsung memaksa nugraha untuk memperhatikan pertanyaan shopia, aku sich... hanya bisa menjawab dengan jujur saat mereka bertanya kalo masalah shopia aku sich tidak pernah mau ambil pusing mungkin itu udah wataknya dia.
Selesai menceritakan kejadian tadi aku pun meminta izin ke edo untuk kekamar mandi, edo pun menunjukinya dan shopia pun tak mau kalah dari yang lain ia juga memberi tahuku tapi sambil bercanda walau pun seperti itu aku tak merasa terganggu lagi pula aku kan kesini mau belajar sambil mendekatkan ashan kepadaku.
“Sa.. cepet banget kamu kekamar mandinya” sahut rohman
“Dih.. iya sa kok cepet banget kamu abis ngapain kekamar mandi jangan-jangan ngga cebok yach..?” sahut edo
“Wah.. jangan-jangan sakura...” sahut dio
“Ishh... apaan sic kalian orang aku Cuma numpang cuci kaki doang kok” sahutku
“Oh, cuci kaki doang chi ?” tanya ashan
“Iya... abiskan kotor terus ngga enak juga abis kena air ujan kalo ngga cuci kaki” jelasku
“Kirain abis ngapain dikamar mandi, kok cepet banget” lanjut edo
Aku pun langsung mengeluarkan catatan kuis kemarin, aku mencoba menyesuaikan dengan mereka saat membahas soal satu persatu. Ketika aku tidak mengerti tentang nomor empat aku mencoba bertanya kepada shopia berharap dia mau menjelaskannya dengan baik, tapi tak sesuai dengan apa yang aku pikirkan dia malah menjawabnya dengan nada menyindir dan ngga suka jika aku bertanya pada dirinya. Beruntung ashan mendengar ucapan shopia, ashan pun langsung membalikkan badan dan mengajariku sebisa mungkin walau pun disisi lain shopia mencoba untuk mengganggunya agar ia bisa bercanda dengan ashan.
            Ashan benar-benar sesuatu banget mungkin ini hanya perasaanku saja sepertinya ashan tidak suka dengan tingkah dan sikapnya shopia berhubung dia masih butuh shopia jadi yach... dienak-enakin saja saat dekat dengannya. Hari semakin gelap tidak terasa jam telah menunjukan pukul 21.00 kami pun segera rapih-rapih dan pulang kerumah masing-masing, sebelum pulang ada saja kejadian yang diluar dugaan ashan menyebut-nyebut namaku saat ia meminta kunci motor yang berada di tangan rohman
“Kunci motor siapa ini?”sahut rohman
“Buang aja yach... kunci motornya?!”sahut dio
“Iya, betul tuh... lagi pula ngga ada yang punya dan mengakuinya”sahut edo
“Itukan kunci motornya ashan” gumamku sambil merapihkan lembaran-lembaran kertasku menjadi satu
Setelah miliknya ashan rapih dan ia melihat kunci motornya mau dilembar sama edo keluar dia langsung memintanya
“Eh.... itu kunci motor gue sini !!!! jangan dibuang wah.. parah kalian!!!” sahut ashan
“Memang punya situ gus?!?!?!?”sahut dio
“Eh, buruan siniin apa!!! udah malam nich!!!” pinta ashan
“Memang mau ngapain ? udah buang aja kuncinya orang bukan punya kamu kok” sahut rohman melempar kuncinya kearah edo
“Iiih... parah kalian sisakura bagaimana ntar? Kalo kunci aku ngga ada ntar ngga bisa nganterin dia pulang dong?” jelasnya
“Apa...????!!!!???? sakura ??????” sahut edo dengan kaget
“Iya, sakura... udah malam nich, jangan pada bercanda dong. Kalian parah nich !!! eh, kasian kalo sakura pulang malam” lanjutnya
“Shan... sakura???”tanya nugraha
“Iya, aku harus nganterin dia pulang dulu sampe rumah. Udah malam nich, nanti kalo terjadi apa-apa sama sakura bagaimana?” sahutnya
“Ashan memang loe siapanya sakura?” tanay shopia
“Ishh... buruan udah malam sakura ntar gimana? Kalo ngga ada aku ?” terus meminta kuncinya yang dioper sana-sini sama edo, dio, rohman
“Eh, itu sakura nungguin aku. siniin kenapa sih bikin lama nih”
“Haaahhh.... sakura shan? Bukanya kamu beda arah sama sakura”sahut junardi
“iya.... di sakura gimaana ini” sahutnya
“Mana dia cewek sendiri lagi, pada parah-parah banget nich sama cewek” lanjutnya
Dari pada aku bingung mendengarkan ashan yang terus-terusan menyebut namaku, mending aku memintanya untuk menggeser sedikit karena aku mau memasukkan kertas catatanku kedalam tas. Ashan kenapa sibuk dengan diriku padahalkan aku bawa motor juga kalo nanti aku bareng dia terus motorku siapa yang bawa? Argh.... orang yang aneh mending aku mencari kunci motorku sendiri sambil menunggu ashan dapat kunci motornya.
            (bunyi suara kunci motor milik sakura) ashan langsung membalikkan badan dan bertanya-tanya pada diriku, aku pun bingung harus menjawab seperti apa sebab aku sendiri saja yang mendengarnya bingung kenapa namaku dibawa-bawa.
“Chi, kamu bawa motor yach...?” tanya ashan
“Iya, kenapa memang?”sahutku dengan bingung
“Terus kalo gitu aku ngapain sibuk sama kamu?” lanjutnya dengan malu
“Ngga tahu aku aja bingung shan dari tadi kamu nyebutin nama aku mulu”jelasku
“Iya... ya???? Yaudah deh, tapi kamu ngga apa-apa khan?” jelasnya
“Ngga apa-apa kok, memang ada apa?”sahutku dengan bingung sambil memakai jakect
Ashan pun segera meminta kuncinya dengan alasan ia ingin pulang, aku pikir mereka sudah selesai tidak akan bikin hal aneh-aneh lagi. Ternyata malah dilama-lamain sama edo, rohman, dan dio mereka semua pada bertanya-tanya tentang sakura kepada ashan. Ashan pun tidak menjawabnya dia mngelak pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada edo, rohman, dio, junardi, dan shopia.
            Kami pun keluar dari kosan edo dan mulai mengelap jok motor kami saat edo memberikan kanebo kepada ashan, satu persatu motor dipanasin saat aku memanasin motor yang berada disebelah ashan tiba-tiba ashan kembali betnaya-tnay kepadaku. Kali ini pertanyaan yang diberikan ashan tidak sama seperti didalam, melainkan ia terlihat sangat khawatir kepada diriku. Aku jadi bingung ashan kenapa tiba-tiba seperti ini semenjak ia dipancing sama ilman di lab tentang diriku, ashan mulai sedikit berubah ntah berubah apanya mungkin perasaanku saja. Sudahlah ngga penting juga buatku mungkin dia bersikap seperti itu karena khawatir dengan diriku sebab aku kan habis kehilangan helem selain itu kami kan hanya sahabat biasa doang jadi ngga ada yang perlu patut dicurigai karena aku tidak mau ambil pusing hehehe.....

0 comments: